Pemkot Asuransikan 533 Nelayan di Palu

   •    Rabu, 19 Apr 2017 16:18 WIB
asuransi nelayan
 Pemkot Asuransikan 533 Nelayan di Palu
Perikanan (ANTARA/Oky Lukmansyah).

Metrotvnews.com, Palu: Pemerintah Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah telah mengasuransikan 533 nelayan di daerah tersebut. Hal ini sebagai bentuk upaya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Palu, Muchlis Abd Umar menyatakan pemberian asuransi nelayan merupakan komitmen Pemkot Palu di bawah kepemimpinan Wali Kota Hidayat, untuk menjamin dan melindungi nelayan.

"Iya, kartu asuransi nelayan telah kami berikan kepada 533 nelayan. Kartu tersebut telah diserahkan langsung secara simbolis oleh Wali Kota Palu Hidayat dua pekan lalu di Kelurahan Pantoloan," ungkap Muchlis Abd Umar dikutip dari Antara, Rabu 19 April 2017. 

Muchlis mengemukakan bahwa sebelumnya Pemkot Palu mengusulkan 850 nelayan untuk mendapat asuransi jaminan kecelakaan kerja kepada pemerintah pusat. 

Namun, sebut dia, dari usulan tersebut pemerintah pusat hanya dapat menerima kurang lebih 533 nelayan untuk diasuransikan dari total nelayan sebanyak 900 lebih yang ada di Kota Palu.

"Kami usulkan kepada pemerintah pusat untuk diasuransikan kurang lebih 850, namun yang dapat direalisasikan 533 nelayan. Ini merupakan program subsidi pemerintah kepada masyarakat khususnya nelayan," sebutnya.

Ia mengatakan, pemerintah melibatkan pihak ketiga yaitu PT. Jaminan Asuransi Indonesia dalam pemberian asuransi tersebut, dengan klaim mulai dari Rp100 juta-Rp200 juta.

"Nilainya bervariasi, kalau nelayan mengalami kecelakaan kerja kemudian cacat fisik menerima klaim nilainya kurang lebih Rp100 juta, kalau meninggal dunia nilai klaimnya kurang lebih Rp200 juta," ujarnya.

Ia mengakui bahwa sampai saat ini  Pemkot Palu dan pihak ketiga belum memberikan klaim asuransi kepada nelayan. Pemkot Palu berharap agar tidak ada musibah yang dialami oleh nelayan saat melakukan kegiatan penangkapan ikan.

"Saya berharap agar segala musibah dijauhkan, karena kita tidak inginkan ada nelayan yang mengalami musibah kecil atau besar dalam kegiatannya," terangnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan bahwa kartu asuransi nelayan tersebut telah diserahkan atau didistribusikan kepada nelayan pada tahun ini. 



(SAW)