Omzet Pelapak Skybridge Tanah Abang Tembus Rp5 Juta/Hari

Ilham wibowo    •    Selasa, 12 Feb 2019 13:30 WIB
tanah abang
Omzet Pelapak Skybridge Tanah Abang Tembus Rp5 Juta/Hari
Omzet pelapak di Skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat tumbuh positif. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Jakarta: Omzet pelapak di Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) atau Skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat dianggap cukup tumbuh positif. Jumlah uang hasil penjualan dagangan bisa mencapai Rp5 juta dalam satu hari.

Pedagang di Skybridge bernama Sapril, 65, mengatakan penghasilannya meningkat selama dua bulan terakhir. Pedagang celana bahan ini mengaku bisa menghabiskan hingga 100 potong dalam satu hari.

"Pembeli ramai itu Sabtu-Minggu, pendapatan rata-rata bisa Rp5 juta sehari," ujar Sapril kepada Medcom.id, Selasa, 12 Februari 2019.

Pelapak yang sudah sejak 1970 berjualan di Tanah Abang ini merasakan manfaat lapak yang hanya diisi 446 pedagang kaki lima (PKL). Ia dulu sempat berjualan di badan Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang.


Sapril, pedagang di Skybridge. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

"Kalau masih di bawah pendapatan paling hanya bisa sampai Rp3 juta sehari. Belum lagi selalu jadi perhatian Satpol PP untuk pindah lapak," ungkapnya.

Sapril menjual produk tekstil yang ia suplai dari Surabaya dengan harga eceran mulai Rp80 ribu hingga Rp150 ribu. Pedagang di lapak S 365 ini mengaku kerasan lantaran lapaknya dilalui banyak orang.

"Pintu keluar Stasiun Tanah Abang sekarang harus lewat sini (Skybridge). Pagi ramai, sore juga ramai pas pulang kantor," ungkapnya.

Pemerintah DKI Jakarta masih memberi sewa lapak gratis selama tiga bulan pemakaian. Sapril mengaku tak keberatan saat nantinya ditagih Rp500 ribu per bulan yang ditarik otomatis melalui rekening Bank DKI mulai Maret 2019.

"Alhamdulillah sekarang di sini saya tenang berdagang, orang belanja juga jadi tenang enggak terburu-buru, lingkungannya kan ada yang kelola, jadi bersih," pungkasnya.

 


(AHL)