Aktivitas Ekonomi Palu Mulai Menggeliat

   •    Jumat, 05 Oct 2018 12:06 WIB
Gempa Donggala
Aktivitas Ekonomi Palu Mulai Menggeliat
Suasana pasar yang kembali buka melayani pembeli di Pasar Tradisional Masomba, Lolu, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10). (FOTO: MI/Susanto)

Palu: Kegiatan pasar tradisional Masomba yang terletak di jantung Kota Palu mulai menggeliat. Pascabencana gempa dan tsunami Jumat, 28 September 2018, aktivitas ekonomi warga di Palu memang lumpuh total.

Tidak hanya pasar dan toko yang tutup, warung kecil di emperan jalan juga ikut tutup. Kondisi tersebut kemudian membuat warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok meskipun bantuan dari pemerintah juga telah masuk.

Namun, pada Kamis, 4 Oktober, pasar yang terletak di Kelurahan Lolu, Kecamatan Palu Selatan, itu mulai buka. Sejak pagi, pasar itu mulai didatangi warga.

Meski belum seramai pada hari biasa sebelum gempa, di pasar itu warga sudah mulai melakukan transaksi jual-beli. Memang belum banyak pedagang yang membuka lapak, tetapi berbagai kebutuhan dapur warga mulai tersedia. Beras, ayam, daging, ikan, sayuran, bumbu dapur, dan bahan kebutuhan lain mulai dapat dibeli di pasar itu.

"Tadi beli beras, ikan, dan bumbu-bumbu. Cukuplah untuk dimasak di rumah," ujar Jumiyati, 41, warga Jalan Bali, Kelurahan Maesa, Kecamatan Palu Selatan, seusai berbelanja di Pasar Masomba.

Ia mengaku sangat bersyukur Pasar Masomba sudah buka meski memang belum banyak pedagang yang datang.

Nurna Ningsih, 34, salah seorang pedagang di Pasar Masomba, mengatakan ia sudah berjualan kembali dua hari setelah bencana.

Menurut Nurna, ada beberapa bangunan pasar yang roboh, tapi tidak parah sehingga bisa langsung dipakai berjualan begitu para pedagang mulai aktif kembali.

"Waktu mulai buka, hanya dua hingga tiga pedagang. Warga yang datang membeli pun bisa dihitung jari, tapi hari ini sudah cukup ramai," papar Nurna saat ditemui di Pasar Masomba, Kamis, 4 Oktober 2018.

Pedagang lainnya, H Anton, 48, mengatakan kebutuhan pokok yang masuk dan dijual pedagang di Pasar Masomba dipasok dari luar Palu dan dibawa langsung oleh pengepul.

"Ini semua barang kiriman juga, di luar sayuran, ikan, daging, dan ayam. Makanya harga jual masih lumayan tinggi," ungkap Anton.




Dikawal

Selain di Pasar Masomba, aktivitas juga mulai terlihat di Pasar Inpres Kota Palu. Di pasar itu dan sejumlah pasar lainnya, kegiatan jual-beli mendapat pengawalan ketat dari personel TNI Angkatan Darat dan Polri untuk mengamankan situasi.

"Kita sudah mulai berjualan karena ada tentara yang menjaga keamanan. Sudah banyak pembeli membeli barang kebutuhan makanan," kata Desy, pedagang di Pasar Inpres Kota Palu, Kamis, 4 Oktober 2018.

Menurut dia, hadirnya aparat di sekitar lokasi pasar membuat para pedagang lebih aman dari gangguan para penjarah. Meski demikian, pasokan barang untuk dijual seperti sayur-mayur serta kebutuhan bahan pokok dan pangan lainnya berkurang sehingga memengaruhi harga.

"Harga tentu naik karena stok berkurang. Barang sedikit, peminat banyak, maka akan berpengaruh dengan harga," ujarnya.

Di Pasar Sentral Kota Palu juga mulai terlihat banyak pedagang membuka lapak. Mereka merasa aman karena dijaga tentara bersenjata lengkap yang siap menghalau dan menangkap para penjarah.

"Aman, Pak, semua dijaga. Tentara sering berpatroli keliling pasar menjaga keamanan, pembeli juga semakin ramai di sini," kata Anwar, salah seorang pedagang di Pasar Sentral, Kamis, 4 Oktober.

Kapendam XlII/Merdeka Kolonel Infanteri Thohir di Makorem 132 Tadulako, Palu, menegaskan pihaknya telah menambah pasukan pengamanan kota dan daerah terdampak bencana di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi. (Media Indonesia)


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

5 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA