Kepala Bappenas Bantah Data BPS Dikontrol Pemerintah

Desi Angriani    •    Jumat, 31 Aug 2018 18:58 WIB
bappenasbps
Kepala Bappenas Bantah Data BPS Dikontrol Pemerintah
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro membantah tudingan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno terkait data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikontrol oleh pemerintah. BPS dipastikan lembaga independen dan berkredibilitas sebagaimana diatur dalam Undang-undang.

"Itu sama sekali tidak benar, mereka punya UU yang menunjukkan independensi mereka dan kebetulan langsung di bawah pimpinan saya sebagai menteri PPN," katanya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018.

Bambang menuturkan pemerintah tidak pernah melakukan intervensi atau merekayasa data yang dipublikasikan oleh BPS meski lembaga tersebut berada di bawah Bappenas. Data terkait kemiskinan dan pengangguran diukur dengan standar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Jadi pembinanya pun saya tidak pernah melakukan intervensi menitip apapun. Jadi sama sekali tidak benar," imbuh dia.

Baca: Tudingan Sandiaga pada BPS Dinilai Primitif

Menurutnya tudingan Sandiaga tidak mendasar alias mengada-ada. Apalagi selama ini pemerintah selalu berpatokan pada data BPS dalam mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

"Ketika mereka akan mengumumkan data, dari presiden sampai menteri terkait itu pun baru tahu satu jam sebelum konferensi pers. Jadi sama sekali tidak ada unsur rekayasa atau intervensi," pungkasnya.

Sebelumnya Sandiaga mempertanyakan patokan garis kemiskinan yang ditetapkan, yakni Rp401.220 per kapita per bulan atau sekitar Rp13.374 per hari.

Begitu pula dengan angka tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dari Februari 2017 sebesar 5,33 persen jadi 5,13 persen pada Februari 2018. Hitung-hitungan BPS terhadap data tersebut dinilai masih mentah.


(AHL)