Hasil Investasi Industri Asuransi Jiwa Kuartal II-2018 Jeblok 135,5%

Husen Miftahudin    •    Senin, 27 Aug 2018 14:49 WIB
asuransi jiwa
Hasil Investasi Industri Asuransi Jiwa Kuartal II-2018 Jeblok 135,5%
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim dalam konferensi pers. Medcom/Husen M.

Jakarta: Hasil investasi industri asuransi jiwa kian terjerembab menyusul lemahnya kinerja pasar modal. Pada kuartal II-2018, hasil investasi industri jiwa minus Rp8,35 triliun atau turun 135,5 persen dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp23,52 triliun.

"Hal ini disebabkan utamanya karena kondisi pasar modal di awal tahun 2018 yang belum terlalu baik dimana IHSG yang bergejolak tahun ini berimbas pada hasil investasi," kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim dalam konferensi pers kinerja industri asuransi jiwa kuartal II-2018 di Rumah AAJI, Jalan Talang Betutu, Jakarta Pusat, Senin, 27 Agustus 2018.

Menurut Hendrisman, penempatan dana investasi industri asuransi jiwa didominasi instrumen reksadana dan saham. Kondisi ini yang menyebabkan hasil investasi industri jiwa ikut memerah akibat kinerja pasar modal yang sedang tidak bergairah.

Pada kuartal II-2018, porsi reksadana yang ada pada dana investasi asuransi jiwa sebanyak 33 persen. Sementara portofolio saham sebesar 31,6 persen.

"Kemudian 13,8 persen pada SBN (Surat Berharga Negara), 10,6 persen pada deposito, 6,9 persen pada sukuk koperasi, 1,7 persen pada penyertaan langsung, 1,4 pesen pada properti bangunan dan tanah, satu persen pada lain-lain, serta emas murni yang kecil di nol persen," ungkap Hendrisman.

Adapun total aset yang dimiliki industri asuransi jiwa pada kuartal II-2018 meningkat sebesar 1,2 persen menjadi Rp499,96 triliun. Dalam kurun waktu dua tahun, total aset tumbuh rata-rata 11 persen. "Pencapaian ini menandakan industri asuransi jiwa Indonesia terus berkembang," pungkas Hendrisman.


(SAW)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA