Pengusaha Minta Dijembatani Ekspor Ke Pasar Afrika

Ilham wibowo    •    Sabtu, 08 Sep 2018 13:15 WIB
pertumbuhan ekonomieksporekonomi indonesia
Pengusaha Minta Dijembatani Ekspor Ke Pasar Afrika
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Jakarta: Pengusaha swasta di Tanah Air menyatakan sepakat untuk menggenjot produknya ke pasar ekspor terutama kawasan Afrika. Upaya peningkatan ekonomi ini dinilai perlu diimbangi dengan keberpihakan pemerintah sebagai jembatan diplomasi.

"Banyak produk yang bisa ekspor ke pasar Afrika, kualitasnya bisa diproduksi massal tapi enggak jalan. Kalau swasta masuk itu tidak dijembatani," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryani SF Motik, dalam sebuah diskusi, di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu, 8 September 2018.

Strategi menghadapi kondisi global yang turut menekan nilai tukar mata uang rupiah dinilai perlu dilakukan secara jangka panjang. Industri dalam negeri perlu didorong agar memperkuat perekonomian nasional yang masih bergantung pada ekspor barang mentah.

"Pengusaha punya tanggung jawab tapi pemerintah lebih besar. Pengusaha akan maju kalau didorong oleh pemerintah," ungkapnya.

Pelemahan rupiah dinilai tak akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen di pasar dunia. Hanya saja, Suryani menilai, keseriusan meningkatkan produk lokal perlu ditingkatkan oleh para diplomat Indonesia. Upaya itu sejalan dengan potensi usaha kecil menengah yang kualitasnya punya daya saing dengan produk industri di negara lain.

"Pengusaha itu paling penting adalah pasar agar disediakan, dia pasti akan tumbuh. Mulai lah dari pemerintah untuk buka pasar besar, lindungi pabrik dengan mengunakan produk lokal," bebernya.

Penguatan jangka panjang dinilai perlu segera disusun menghadapi dinamika ekonomi global. Suryani optimistis Indonesia akan bangkit dan tak mudah goyah dengan kebijakan ekonomi negara maju seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Pasar lokal berkembang ekspor juga berkembang, semua perlu dibenahi dengan keberanian. Kita pengusaha ingin diajak ngomong dengan pemerintah, kalau kebijakan suruh implementasi," pungkasnya.


(ABD)