BTN: Permintaan Kredit Belum Terdampak Pelemahan Rupiah

   •    Jumat, 07 Sep 2018 14:55 WIB
btn
BTN: Permintaan Kredit Belum Terdampak Pelemahan Rupiah
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Persero (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mengungkapkan permintaan penyaluran kredit khususnya untuk sektor perumahan belum terganggu dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah. Dalam hal ini, BTN terus memaksimalkan pertumbuhan kredit guna membantu masyarakat memiliki rumah yang layak huni.

Direktur Utama BTN Maryono mengaku permintaan kredit masih menggeliat. Khusus untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), BTN mencatatkan pertumbuhan sebesar 19 persen secara tahun ke tahun hingga akhir Juli 2018. Ia mengklaim dampak dari pelemahan nilai tukar terhadap daya beli masayarakat belum memengaruhi penyaluran pembiayaan perseroan.

"Kalau rumah menengah atas memang ada koreksi, tetapi BTN mayoritas di KPR Subsidi jadi tidak mengganggu kinerja perseroan. Secara umun pertumbuhan KPR di sekitar 19 persen, " kata Maryono, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 7 September 2018.

Untuk dampak terhadap rasio kredit bermasalah, Maryono mengatakan, BTN masih bisa memitigasi dampak kerugian dari selisih kurs. Hal itu karena seluruh pembiayaan perseroan masih disalurkan dalam bentuk rupiah, bukan dalam valuta asing.

"Tidak ada pengaruh karena semua pembiayaan kita rupiah dan dana kita sebagian besar hampir 100 persen adalah rupiah. Jadi tidak ada dampak secara langsung," ujarnya.

Maryono menambahkan BTN akan mendorong secara agresif pertumbuhan KPR agar bisa memberikan efek ekonomi berlipat kepada sektor riil. Dengan demikian, sektor riil dapat terus menggeliat dan tumbuh meskipun tekanan ekonomi eskternal akibat pengetatan kebijakan moneter global dan perang dagang mengganggu stabilitas perekonomian Indonesia.

Dalam bisnis pembiayaan properti, ada sekitar 117 industri yang terlibat, seperti industri konstruksi, industri manufaktur, hingga Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). "Jadi kalau bisnis properti naik, maka semua akan ikut terdorong naik," pungkasnya.


(ABD)