Jelang Rilis BPS, BI Prediksi Neraca Dagang Surplus USD1,1 Miliar

Suci Sedya Utami    •    Senin, 16 Apr 2018 09:18 WIB
neraca perdagangan indonesia
Jelang Rilis BPS, BI Prediksi Neraca Dagang Surplus USD1,1 Miliar
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Batam: Badan Pusat Statistik (BPS) bakal merilis data terkait kinerja perdagangan Indonesia sepanjang Maret 2018 pada Senin, 16 April 2018. Dalam dua bulan sebelumnya neraca perdagangan mendapatkan pukulan karena mencatat hasil defisit.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit tersebut tak akan berulang di bulan ketiga. Otoritas moneter itu menyatakan neraca transaksi berjalan akan berbalik mencatat hasil surplus USD1,1 miliar.

"Jadi neraca dagang yang Januari dan Februari sempat defisit USD750 juta dan  USD120 juta, itu di Maret ini akan ada surplus kira- kira USD1,1 miliar," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Batam, akhir pekan kemarin.

Dengan adanya surplus di Maret, kata Agus, maka kinerja perdagangan sepanjang kuartal I tahun ini pun akan positif.

Agus mengatakan kinerja perdagangan yang mengalami perbaikan akan berdampak positif bagi defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) di kuartal I yang diperkirakan berada di kisaran dua persen dari produk domestik bruto (PDB).

Sementara sepanjang 2018, CAD diperkirakan 2,5 persen dari PDB. Angka ini diakui Agus memang agak sedikit meningkat dibanding capaian 2016 dan 2017 yang masing-masing sebesar 1,8 persen dan 1,7 persen dari PDB.

Kenaikan itu karena adanya impor, terutama untuk bahan baku untuk memenuhi kebutuhan manufaktur atau industri pengolahan. Namun menurut Agus, peningkatan impor bukan sesuatu yang buruk sepanjang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Jadi sedikit ada tekanan tapi nanti akan kembali terkendali karena secara umum selama current account terhadap GDP itu di bawah tiga persen, kami melihat itu masih sehat," jelas Agus.

 


(AHL)