Jaga Stabilitas Nilai Tukar, BI Gunakan Berbagai Instrumen Kebijakan

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 11 Jul 2018 20:20 WIB
rupiah
Jaga Stabilitas Nilai Tukar, BI Gunakan Berbagai Instrumen Kebijakan
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo. Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) berusaha menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan. Serangkaian langkah kebijakan ditempuh bank sentral, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan kenaikan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen yang diputuskan oleh BI pada 28-29 Juni 2018 mendapat persepsi positif investor dan mendorong arus masuk modal asing ke Indonesia.

"Langkah ini juga disambut baik pelaku pasar sehingga turut mendorong terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah," kata Perry dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Koordinasi BI dengan pemerintah dan otoritas terkait akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta memperkuat implementasi reformasi struktural. Koordinasi yang erat diharapkan dapat mendorong ekspor, mengurangi impor, mendorong pariwisata dan arus masuk modal asing.

Perry juga menyatakan bahwa BI akan terus berada di pasar untuk melanjutkan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamentalnya dengan tetap mendorong bekerjanya mekanisme pasar.

"Kebijakan tersebut ditopang oleh pelaksanaan operasi moneter yang diarahkan untuk menjaga kecukupan likuiditas baik di pasar valas maupun pasar uang," jelas dia.

Di samping itu, relaksasi kebijakan LTV yang mendapat sambutan positif dari dunia usaha dan perbankan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan di sektor properti, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara umum.

 


(SAW)


Polda Perketat Pintu Masuk Bali

Polda Perketat Pintu Masuk Bali

20 minutes Ago

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan lainnya seperti aksi demo saat IMF-WB berlangsung, polis…

BERITA LAINNYA