Dampak Investment Grade S&P

Menkeu: Dana USD700 Miliar Bisa Masuk ke Indonesia

Desi Angriani    •    Selasa, 13 Jun 2017 19:30 WIB
investasi asing
Menkeu: Dana USD700 Miliar Bisa Masuk ke Indonesia
S&P. Dok: Reuters.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, kenaikan peringkat layak investasi (investment grade) yang diberikan oleh Standard and Poor's (S&P) pada Mei lalu menjadi gerbang masuknya dana segar dari luar negeri. Setidaknya dana sebesar USD700 miliar bisa masuk ke Indonesia dalam bentuk investasi langsung.

"Ada USD700 billion (miliar) dana tidak bisa masuk ke Indonesia sebelum investment grade," ujarnya dalam paparannya di Komisi XI DPR RI, Kompleks Senayan Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

baca : Darmin: Tak Ada Alasan Bagi S&P tak Naikkan Rating Indonesia

Menurutnya, selama ini banyak dana asing yang tidak bisa masuk ke dalam negeri lantaran Indonesia belum mendapat peringkat dari lembaga peringkat investasi. Namun setelah Indonesia mendapat penilaian dari tiga lembaga investment grade, potensi dana asing yang masuk akan semakin besar.

"Investasi, rating agensi SP, maka indonesia memiliki posisi ketiga rating memberi layak investasi. Membuka add source of investment bagi investasi asing," tutur dia.

Hal serupa disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. Kenaikan peringkat dari S&P akan berdampak pada investasi portofolio dan tambahan investasi asing langsung.

"Ketika Indonesia mendapatkan investment grade, portofolio mereka perbesar. Ada yang bisa meningkat dari enam jadi delapan persen. Jadi portofolio besar sehingga akibatnya dia bisa menempatkan ke Indonesia lebih besar," ucap dia.

Sebelum lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) menaikkan peringkat Indonesia menjadi investment grade, posisi sovereign credit rating Indonesia adalah BB+ yang kemudian dinaikkan menjadi BBB-/A-3 dengan outlook stabil.

Mengutip keterangan laman resmi S&P, perbaikan posisi Indonesia dilatarbelakangi oleh menurunnya risiko-risiko fiskal Indonesia. Sedangkan langkah pemerintah yang terukur dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menstabilkan keuangan negara juga dipandang positif.

 


(SAW)