Waskita Garap Lahan KAI di Stasiun Bogor untuk Hunian Terintegrasi

Eko Nordiansyah    •    Senin, 11 Sep 2017 13:24 WIB
waskita karya
Waskita Garap Lahan KAI di Stasiun Bogor untuk Hunian Terintegrasi
PT Waskita Karya Realty, anak usaha di bidang property dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang sinergi Transit Oriented Development (TOD)> MTVN/ Eko Nordiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Waskita Karya Realty, anak usaha di bidang property dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang sinergi Transit Oriented Development (TOD) di Kawasan Stasiun Kereta Api Bogor dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan Pemerintah Kota Bogor. 

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, bersama dengan Direktur Utama Waskita Realty Tukijo, dan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto. Prosesi ini disaksikan juga oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq.

"Model bisnis yang seperti ini baru pertama kali di Waskita memanfaatkan tanah KAI untuk bisa lebih mempunyai nilai komersial sekaligus membangun wilayah yang lebih modern," kata Choliq di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 11 September 2017.

Dirinya menambahkan, dengan aset KAI yang masih besar dan tersebar di seluruh Indonesia maka model bisnis seperti ini bisa dikembangkan lebih lanjut ke depannya. Apalagi pemerintah Indonesia juga sangat fokus dalam melakukan pembenahan masalah transportasi di berbagai daerah.

Pengembangan kawasan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta komersial ini berdiri di atas lahan KAI dan terintegrasi dengan Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang dengan hak guna kepemilikan rusunami berjangka waktu hingga 50 tahun. Dengan total lahan seluas 98.910 m2, TOD Bogor memiliki nilai investasi sekira Rp1,5 triliun yang 30 persen huniannya untuk hunian MBR.

Tukijo menyatakan pengembangan kawasan Stasiun Bogor ini merupakan sinergi antar BUMN yang bertujuan untuk menangkap peluang masifnya pergerakan penduduk yang berkomuter dari Bogor ke Jakarta serta menghadirkan hunian dengan harga terjangkau yang terintegrasi dengan sarana transportasi.

"Serta akan menjadi gerbang dan icon baru kota Bogor, dimana akan tersedianya pusat informasi stasiun, kuliner serta informasi wisata di wilayah Bogor. Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan Kota Bogor sebagai modern and smart city," jelas dia.

Selain membangun TOD di Stasiun Bogor, Waskita rencananya akan membangun stasiun baru di kawasan Sukaresmi, Bogor. Pembangunan ini dimaksudkan agar pengguna commuter line tidak semuanya menumpuk di Stasiun Bogor sehingga tidak menimbulkan masalah baru seperti kemacetan.


(SAW)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

22 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA