Ritel Tutup Gerai, Daya Beli Menurun atau Pola Konsumsi yang Berubah?

   •    Selasa, 19 Sep 2017 16:42 WIB
riteldaya beli masyarakat
Ritel Tutup Gerai, Daya Beli Menurun atau Pola Konsumsi yang Berubah?
Ilustrasi. 7 Eleven menjadi salah satu ritel yang menutup seluruh gerainya. (Foto: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Selama dua tahun terakhir, beberapa ritel modern yang memiliki banyak gerai terpaksa tutup bahkan gulung tikar. Maraknya penutupan gerai ritel menjadi pertanyaan apakah daya beli masyarakat yang menurun atau memang pola konsumsi masayarakat sudah beralih ke toko online?

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan banyaknya gerai ritel yang tutup dituding akibat daya beli masyarakat yang menurun. Usaha ritel bisa dikatakan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat sehari-hari.

"Kalau melihat kebelakang sebetulnya pelemahan (daya beli) ini dimulai sejak 2014. Puncaknya setelah lebaran kemarin," ungkap Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta dalam Newsline, Selasa 19 September 2017.

Menurut Tutum, kondisi yang sudah berlangsung sekitar dua bulan ini belum membuat pemerintah yakin bahwa usaha ritel memang lesu karena daya beli masyarakat yang menurun. Pemerintah justru berspekulasi bahwa hal ini terjadi akibat adanya shifting, perubahan pola konsumsi masyarakat yang beralih ke belanja online.

Memang, kata Tutum, peningkatan daya beli masyarakat yang berbelanja online begitu hebat. Tetapi harus diingat bahwa berapa porsinya hingga sampai menggusur usaha ritel.

"Inilah yang kami selalu cari, data. Pemerintah sendiri tidak punya. Kami mendapatkan dari Nielsen angkanya tidak mencapai satu persen dari tingkat kebutuhan masyarakat," ungkap Tutup.

Tutum mengatakan hal yang wajar bahwa usaha ritel kerap menutup maupun membuka gerai. Namun menjadi hal yang tak biasa ketika beberapa pengusaha ritel menutup gerainya secara bersamaan.

Kondisi seperti ini, kata Tutum, seharusnya bisa menjadi sinyal bagi pemerintah untuk dibaca. Jangan sampai ritel yang selama ini menopang segala perpajakan justru tak lebih dibanggakan dari toko online. Padahal belum diketahui berapa besar kontribusi toko online terhadap pemasukan negara.
 
"Betul bahwa ini menjadi toko online ini seksi sekali. Tapi pemerintah buka data dong seberapa besar kontribusinya. Kami juga tidak memungkiri bahwa sebagian teman (ritel) yang lain mengalihkannnya juga ke online," jelasnya.




(MEL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA