Oesman Sapta Berharap Ada Perimbangan Nilai Perdagangan Indonesia-Tiongkok

   •    Kamis, 18 May 2017 13:59 WIB
indonesia-tiongkok
Oesman Sapta Berharap Ada Perimbangan Nilai Perdagangan Indonesia-Tiongkok
Oesman Sapta Odang. (Antara/Reno Esnir)..

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang mengharapkan akan terwujudnya nilai perimbangan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok guna mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara.

"Perdagangan Indonesia dengan Tiongkok masih defisit. Indonesia lebih besar mengimpor barang dari Tiongkok. Ini harusnya seimbang," kata Oesman dalam acara temu usaha perdagangan investasi pariwisata Indonesia-Tiongkok-Malaysia di Gedung Dhanapala, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis 18 Mei 2017.

Untuk mewujudkan perimbangan perdagangan Indonesia-Tiongkok, Oesman menyarankan untuk menciptakan sistem perdagangan secara benar, seperti misalnya melalui forum jalur perdagangan di level akar rumput.

"Pintu selebar-lebarnya dibuka untuk semi finishing product Indonesia. Jadi jangan menjual material (mentah) Indonesia ke luar," ucap dia.

Selain itu, Oesman juga mengharapkan Indonesia-Tiongkok menerapkan sistem perdagangan yang benar dengan tidak melalui negara ketiga, melainkan melakukan hubungan dagang langsung.

"Saya mendukung di bidang ekonomi, bahwa kita tidak perlu takut dagang kepada siapa pun di dunia ini," kata dia.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia pada Januari-April 2017 tercatat surplus sebesar USD5,33 miliar dengan ekspor mencapai USD53,86 miliar dan impor sebesar USD48,53 miliar.

Pada 2016, surplus neraca perdagangan untuk periode yang sama tercatat sebesar USD2,65 miliar. Tren surplus neraca perdagangan pada 2017 jauh lebih tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Negara-negara yang tercatat sebagai penyumbang defisit bagi Indonesia selama periode Januari-April 2017 antara lain Tiongkok yang mencapai USD4,10 miliar, Thailand USD1,21 miliar, dan Australia sebesar USD997 juta.


(SAW)