Hingga Semester I-2017, 24 Perusahaan BUMN Masih Rugi

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 29 Aug 2017 18:31 WIB
bumn
Hingga Semester I-2017, 24 Perusahaan BUMN Masih Rugi
Gedung Kementerian BUMN. ANT/Wahyu Putro.

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎S‎ekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro menyatakan, masih ada 24 perusahaan BUMN yang mengalami kerugian hingga semester I-2017, dari total sebanyak 118 perusahaan pelat merah.
 
"Jadi BUMN yang rugi itu semester 1 2017, turun menjadi 24 BUMN, periode yang sama tahun lalu itu ada 27 BUMN, jadi turun 3 BUMN," kata Imam, ditemui dalam acara paparan Kinerja BUMN semester I-2017 di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa 29 Agustus 2017.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro ‎menyatakan, memang masih ada 24 perusahaan yang mengalami kerugian, tapi ada juga tiga perusahaan BUMN yang berhasil 'sembuh' dari keterpurukan, dari total 9 perusahaan yang masih 'sakit'

Ketiga perusahaan tersebut, yakni ‎PT Djakarta Lloyd (Persero), PT Nindya Karya (Persero) dan PT Varuna Tirta Prakasya (Persero). Mereka bangkit karena mampu mengembangkan usaha dan menambah modal.
 
Untuk‎ Djakarta Lloyd, lanjut Aloysius, telah meraup keuntungan setelah bersinergi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dalam mengangkut batu bara. Sedangkan Nindya Karya, mereka berhasil melakukan efisiensi dan jajaran direksi yang sangat survive dalam menjalankan bisnis. 

"Ada tandingannya saja perusahaan-perusahaan gajak, sekarang proyeknya di mana-mana. Untuk Varuna Tirta berhasil melakukan sinergi dengan beberapa BUMN," terang Aloysius.

Aloysius menambahkan, jika Menteri BUMN Rini Soemarno menginginkan perusahaan yang rugi hanya tinggal satu perusahaan hingga akhir tahun ini. 

"‎Kalau Bu Menteri menargetkan sampai akhir tahun, itu yang rugi tinggal 1, Merpati," tukas Aloysius.


(SAW)