Nilai Tukar Petani Rendah

Bamsoet Minta Tiga Kementerian Lakukan Evaluasi

Nia Deviyana    •    Sabtu, 05 Jan 2019 09:34 WIB
pertanianpertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
Bamsoet Minta Tiga Kementerian Lakukan Evaluasi
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo meminta sejumlah kementerian untuk melakukan evaluasi terkait rendahnya Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perkebunan rakyat seperti kelapa sawit, tebu, dan karet.

Adapun yang diminta melakukan evaluasi yakni Kementrian Pertanian (Kementan), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UMKM), dan Kementrian Perindustrian (Kemenperin).

"Kepada Kementan, saya meminta dilakukannya evaluasi dan mempertajam hasil kebijakan yang mendukung petani subsektor perkebunan," ujar Bamsoet, biasa ia disapa, dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id, di Jakarta, seperti dikutip Sabtu, 5 Januari 2019.

Selain itu, pihaknya meminta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah melalui Koperasi Unit Desa (KUD) untuk menyerap hasil produksi petani. "Caranya dengan membeli sesuai harga standar yang telah ditetapkan pemerintah," tambah dia.

Bamsoet juga mendorong Kementerian Perindustrian untuk terus mengimbau pelaku usaha agar dapat menyerap hasil produksi perkebunan rakyat sesuai harga standar melalui sistem kemitraan. "Dengan demikian kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan," pungkasnya.

Sebelumnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan NTP subsektor perkebunan rakyat seperti kelapa sawit, tebu, dan karet masih di bawah 100 persen dibandingkan dengan NTP subsektor lainnya eperti tanaman pangan, hortikultura, dan perikanan.


(ABD)