Pelaku IHT Respons Pembatalan Tarif Cukai

   •    Kamis, 08 Nov 2018 11:17 WIB
cukai tembakaudaya beli masyarakat
Pelaku IHT Respons Pembatalan Tarif Cukai
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Jakarta: Keputusan pemerintah tidak menaikkan tarif cukai rokok pada 2019 menuai respons positif dari para pelaku di industri hasil tembakau (IHT) di Malang, Jawa Timur.

"Ini bagus cukai tidak naik," kata anggota Dewan Penasihat Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) Andriono Bing Pratikno, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 8 November 2018.

Andriono menjelaskan awalnya dia memperkirakan tarif cukai rokok akan naik pada 2019 nanti. Alasannya, pemerintah menaikkan anggaran belanja negara menjadi Rp2.461,1 triliun. Dengan naiknya anggaran belanja, pemerintah membutuhkan tambahan pendapatan.

Selain itu, target penerimaan cukai rokok naik dari Rp148,2 triliun menjadi Rp158,8 triliun. "Ini kan positif juga bagi daya beli masyarakat kita, APBN 2019 sudah dinaikkan," kata Andriono.

Pada Jumat pekan lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan tarif cukai pada 2019. Hal ini merupakan hasil keputusan dari rapat kabinet yang diadakan di Istana Bogor.

Namun di sisi lain, pemerintah juga menunda kebijakan simplifikasi tarif cukai rokok. Padahal, kebijakan simplifikasi rencananya dijalankan sampai 2021. Andriono menyayangkan pemerintah yang tidak meneruskan kebijakan simplifikasi.

Dengan begitu, rencana penggabungan Sigaret Kretek Mesin dan Sigaret Putih Mesin ke dalam satu tarif pun tertunda. Secara tarif cukai per batang, perbedaaan antara SKM dan SPM untuk golongan I juga tidak terlalu berbeda jauh.

"SKM dan SPM sebenarnya ini sama saja dibuat dari mesin, bedanya SPM tidak ada cengkeh. SKM golongan I Rp590 per batang dan SPM golongan I Rp625 per batang, supaya lebih simpel dijadikan satu tarif," tegasnya.

Ketua Formasi Heri Susianto menambahkan penundaaan penggabungan volume produksi SKM dan SPM sebanyak tiga miliar batang akan memberikan keleluasaan kepada pabrikan rokok besar multinasional untuk menikmati tarif cukai di golongan yang rendah.

"Karena itulah mestinya pemerintah tidak ragu-ragu dalam melakukan penyederhanaan layer tarif cukai," ujarnya.


(AHL)


Merpati dalam Cangkang

Merpati dalam Cangkang

21 hours Ago

NASIB maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) bak burung dalam sangkar.

BERITA LAINNYA