Bank Mandiri Lanjutkan Rencana Buka Cabang di Filipina

   •    Kamis, 07 Jun 2018 08:17 WIB
bank mandiri
Bank Mandiri Lanjutkan Rencana Buka Cabang di Filipina
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri meneruskan rencana untuk membuka kantor cabang di Filipina. Langkah itu selepas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberikan persetujuan atas RUU AFAS yang merupakan landasan hukum bagi bank nasional untuk ekspansi ke ASEAN dan menjadi UU pada akhir April 2018.

"Kami mencoba untuk masuk ASEAN. Di Filipina, kami sudah bertemu dengan Menkeu dan Bank Sentral Filipina," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018.

Pria yang akrab dipanggil Tiko ini mengatakan pembukaan kantor cabang di Filipina masih memungkinkan karena peluang yang sangat besar mengingat industri perbankan di negara tersebut belum terlalu padat seperti di Indonesia.

"Filipina belum padat seperti di Indonesia. Kami berencana untuk masuk ke retail dan mass-market Ini prosesnya dan kami coba untuk masuk," kata Tiko.



Tiko menambahkan Bank Mandiri juga mempertimbangkan untuk membuka kantor cabang di Malaysia, namun potensi nasabah yang ada terbatas karena harus bersaing dengan perbankan lokal seperti CIMB Niaga dan Maybank.

"Di Malaysia memang ada masyarakat Indonesia yang bekerja sebagai TKI. Tapi kayaknya kalau buka di sana terlalu memberanikan diri," tukasnya.

UU AFAS merupakan pengesahan Protocol to Implement the Sixth Package of Commitments on Financial Services Under the ASEAN Framework Agreement on Service atau protokol untuk melaksanakan komitmen keenam bidang jasa keuangan dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di bidang jasa.

Dengan adanya protokol ini, maka potensi perbankan nasional untuk membuka cabang di negara lain di kawasan ASEAN semakin besar.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, UU AFAS merupakan tahapan kerja sama pembukaan akses pasar jasa keuangan ASEAN yang dapat menciptakan kemakmuran bagi Indonesia.

Menurut dia saat ini masih sangat sedikit perbankan nasional yang memiliki kantor cabang atau unit usaha di luar negeri karena berbagai ketentuan dan persyaratan yang dipandang menyulitkan dari negara-negara di mana perbankan nasional berminat untuk melakukan ekspansi.

"Dengan dilandasi prinsip kesetaraan, disepakati sejumlah kemudahan bagi perbankan nasional untuk masuk ke negara ASEAN," pungkas Sri Mulyani.

 


(ABD)