Bebas Bea Masuk

Impor Kurma dan Minyak Zaitun dari Palestina bakal Melonjak

Husen Miftahudin    •    Senin, 06 Aug 2018 20:52 WIB
Impor Kurma dan Minyak Zaitun dari Palestina bakal Melonjak
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Iman Pambagyo. Medcom/Husen M.

Jakarta: Pemerintah Indonesia membebaskan bea masuk kurma dan minyak zaitun murni dari Palestina. Aturan itu mulai berlaku satu bulan setelah penandatanganan pengaturan pelaksanaan (implementing arrangement/IA) oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun hari ini.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Iman Pambagyo mengatakan pembebasan bea masuk bakal mendongkrak impor RI terhadap dua komoditi tersebut. Dalam satu tahun implementasi, impor kurma diperkirakan melonjak hingga 11,62 persen.

"Untuk minyak zaitun ini agak besar karena kita perlu untuk industri kosmetik selain food sector. Itu kenaikan (impor minyak zaitun) kita perkirakan capai 172 persen dalam satu tahun implementasi," ujar Iman usai penandatanganan kerja sama dengan Palestina di kantor Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Senin, 6 Agustus 2018.

Impor kurma dan minyak zaitun RI tak hanya berasal dari Palestina. Namun, Iman mengimbau agar para importir kurma dan minyak zaitun melirik Palestina mengingat dua komoditi itu kini bebas bea masuk.

"Kita akan imbau importir kurma dan importir minyak zaitun lihat Palestina untuk sourcing dari sana karena kita enggak punya perjanjian seperti ini dengan negara-negara Timur Tengah. Ini jadi insentif (bagi importir kurma dan minyak zaitun)," ungkapnya.

Mendag Enggartiasto mengakui total nilai perdagangan antara Indonesia dengan Palestina saat ini masih kecil. Maka itu dia yakin pembebasan tarif bea masuk nol persen bagi produk kurma dan minyak zaitun bakal mendongkrak perdagangan kedua negara.

"Kesulitan (perdagangan dengan Palestina) karena mereka harus lewat Yordania untuk pengiriman dan masuk barang. Nilai kita sampai dengan Mei USD1,62 juta perdagangan antara Indonesia dengan Palestina," pungkas Enggar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total nilai perdagangan antara Indonesia dan Palestina pada 2017 sebesar USD2,39 juta. Ekspor Indonesia ke Palestina sebesar USD2,05 juta, sementara impor Indonesia dari Palestina sebesar USD341 ribu berupa kurma.

Pada periode Januari-Mei 2018, total perdagangan Indonesia-Palestina mencapai sebanyak USD1,62 juta. Ekspor Indonesia ke Palestina sebesar USD912,5 ribu dan impor Indonesia dari Palestina sebesar USD717 ribu. Indonesia mencatatkan surplus USD195,5 ribu.

Palestina merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-164 dengan komoditas ekspor berupa ekstrak, konsentrat, sari kopi dan teh, pasta, parfum, roti, serta sabun. Sementara Palestina adalah sumber impor ke-162 bagi Indonesia dengan produk impor berupa kurma, baik kurma kering maupun basah.
(SAW)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA