Efisiensi Semen Indonesia dari Kerja Sama PLN dan Pupuk Indonesia

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 15 Mar 2018 14:41 WIB
semen indonesia
Efisiensi Semen Indonesia dari Kerja Sama PLN dan Pupuk Indonesia
Semen Indonesia melakukan MoU kerja sama dengan PLN dan Pupuk Indonesia. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: PT Semen Indonesia (Persero) akan mendulang efisiensi dari kerja sama yang akan dilakukan dengan PT PLN (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Pasalnya, Semen Indonesia akan memanfaatkan gypsum dan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang merupakan produk sampingan dari Pupuk Indonesia dan PLN selaku penghasil FABA. 

FABA selama ini dikenal sebagai limbah B3 yang dihasilkan dari konsumsi batu bara. Apabila diolah dengan baik, FABA dapat menggantikan sepertiga bagian dari semen Portland dengan peningkatan kualitas dan ketahanan.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah mengatakan salah satu permasalahan yang ada di Semen Indonesia adalah bahan baku dan logistik. Kedua hal itu membentuk struktur biaya yang tinggi.

Melalui nota kesepahaman yang ditandatangani hari ini, Semen Indonesia akan dipermudah dalam mendapatkan bahan baku. Sementara PLN serta Pupuk Indonesia akan lebih mudah mengeluarkan produk sampingan dari hasil pembakaran pembangkit.

"Ada pemanfaatan limbah atau by product di suatu tempat. Lalu, dimanfaatkan untuk bagian produksi dari tempat lain. Ini kan impact-nya luar biasa. Di satu sisi ini menjadi biaya, di tempat lain ini menjadi manfaat," kata Edwin di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, 15 Maret 2018.

Sedangkan dari PLN, Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali menyebutkan produksi FABA dari pembangkit saat ini sebanyak 10.886.400 ton. Jumlah itu terdiri dari produksi FABA pembangkit PLN sebanyak 5.234.400 ton dan produkai FABA dari pembangkit swasta (IPP) sebesar 5.652.000 ton.

Selama ini produkai FABA itu dikerjasamakan secara bisnis ke bisnis ke perusahaan semen asing swasta, Holcim. Menurutnya, lebih baik produksi FABA itu dimanfaatkan untuk sesama BUMN. Apalagi, potensi kebutuhan FABA Semen Indonesia sebanyak 3.219.168 ton per tahun.

Ditambah, lanjut Ali, pemanfaatan FABA dari PLN untuk Semen Indonesia akan membantu meminimalisir kerusakan lingkungan akibat pengambilan kapur di gunung.

"Kalau ini bisa dimanfaatkan dengan bagus tadi 5,3 juta ton sekian tadi pastinya ini akan mendukung lingkungan di mana kalau pabrik semen itu harus mengambil kapur dari gunung," ucap Ali.

Menyikapi nota kesepahaman itu, Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso menyambut baik dan mengapresiasi. Ia mengatakan akan melanjutkan nota kesepahaman ini dalam bentuk perjanjian kerja sama yang sesuai target Kementerian BUMN dapat dilakukan bulan depan.

"Langkah awal ini menjadi komitmen untuk menggali kerja sama selanjutnya. (Nota kesepahaman) ini bisa dilanjutkan jadi landasan penting," pungkas Hendi.


(AHL)