Unicorn Diharapkan Jadi Percontohan bagi Startup

Nia Deviyana    •    Selasa, 19 Feb 2019 13:18 WIB
startupUnicorn
<i>Unicorn</i> Diharapkan Jadi Percontohan bagi <i>Startup</i>
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/PPN (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengaku fokus mendukung unicorn untuk mewujudkan target ekonomi digital, alih-alih melihatnya sebagai ancaman.

Sebab, kata dia, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital hingga USD130 miliar pada 2020.

"Kita fokusnya antisipasi dari ekonomi digital yang menjadi tantangan revolusi industri 4.0. Unicorn ini yang kita harapkan untuk membawa transformasi ke dalam perekonomian dan jadi percontohan untuk startup lainnya," ujar Bambang usai mengisi diskusi di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Februari 2019.

Kata unicorn sempat menjadi trending topic setelah menjadi bahasan dalam debat calon presiden putaran kedua, Minggu, 17 Februari 2019, terutama setelah capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut perusahaan ini dapat melarikan uang dalam negeri ke asing.

Berbeda pandangan dengan Prabowo, Bambang justru mengapreasiasi keberadaan unicorn dan menyebutnya berdampak signifikan bagi perekonomian.

"Jelas signifikan. Unicorn sendiri menunjukkan bahwa dalam bisnis startup, ada bisnis yang sudah level internasional dengan market value yang besar sehingga mengundang modal masuk ke dalam negeri," jelasnya.

Jika pun ada arus modal keluar (capital outflow), tambah Bambang, itu sudah menjadi bagian dari prosedur Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi secara langsung dari luar negeri. Namun, kerugiannya tidak sebanding dengan potensi yang didapatkan.

"Kalau misal unicorn kita sahamnya sebagian dimiliki asing, itu kalau di hitungan neraca pembayaran potensinya capital inflow (arus modal masuk). Jadi justru perusahaan Indonesia bisa semakin menarik FDI masuk, dan mendorong capital inflow, bukan capital outflow," papar dia.

Unicorn merupakan sebutan bagi startup atau perusahaan rintisan yang valuasi perusahaannya sudah mencapai angka USD1 miliar atau sekitar Rp14,1 triliun. Valuasi artinya nilai bisnis dari startup tersebut.

Indonesia memang memiliki banyak program inkubasi startup yang memunculkan banyak startup baru. Di Indonesia, ada empat startup unicorn. Keempatnya adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Unicorn hanya tahap awal sebuah kesuksesan startup dari sisi valuasi. Ada dua istilah lagi yaitu decacorn dan hectocorn. Decacorn adalah startup dengan valuasi menyentuh USD10 miliar atau sekitar Rp141,4 triliun. Hectocorn apabila valuasinya menyentuh USD100 miliar (Rp1.414 triliun).

 


(AHL)