Mendag Patok Pertumbuhan Ekspor Nonmigas 7,5% di 2019

Husen Miftahudin    •    Kamis, 10 Jan 2019 16:58 WIB
eksporBerita Kemendag
Mendag Patok Pertumbuhan Ekspor Nonmigas 7,5% di 2019
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Medcom/Ilham Wibowo.

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mematok ekspor nonmigas di 2019 sebanyak USD175,9 miliar atau tumbuh 7,5 persen. Target ekspor nonmigas tersebut tumbuh moderat.

"Di tengah ekonomi global dan domestik yang tidak mudah, kami menargetkan (ekspor nonmigas) USD175,9 miliar. Ini artinya kita mengupayakan target pertumbuhannya 7,5 persen," ujar Enggar dalam konferensi pers di kantor Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Januari 2019.

Ada beberapa pertimbangan pertumbuhan ekspor nonmigas RI itu stagnan. Di antaranya adalah target pertumbuhan ekonomi global yang dipatok International Monetary Fund (IMF) pada 2019 menurun, dari 3,9 persen di 2018 menjadi 3,7 persen.

"Juga karena ekonomi pasar utama dunia seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok yang menurunkan target pertumbuhan ekonominya. Selain itu karena volume perdagangan dunia yang hanya tumbuh empat persen, impor negara maju empat persen, dan negara berkembang 4,8 persen," beber dia.

Enggar berharap harga komoditias andalan Indonesia seperti palm oil, karet, kopi, kakao, dan teh meningkat signifikan di 2019. Meski dalam catatannya, ada banyak pula harga-harga komoditas nonmigas RI yang diramal mengalami penurunan.

"Kita juga mendukung (peningkatan ekspor) dari sisi jumlahnya ke beberapa negara seperti batu bara dan barang tambang. Kemudian kendaraan bermotor, ini yang menarik," tukasnya.

Sementara, lanjut dia, capaian ekspor nonmigas RI pada periode Januari hingga November 2018 diklaim melampaui target rencana kerja pemerintah (RKP). Nilai ekspor nonmigas tembus USD139,7 miliar atau tumbuh 7,5 persen.

Enggar mengakui capaian itu belum mampu melampaui target peningkatan ekspor nonmigas yang ditetapkan Kemendag sebesar 11,4 persen. Namun, kata dia, peningkatan itu telah melampaui RKP yang ditarget tumbuh sekitar lima hingga tujuh persen.

"Dasarnya adalah kemampuan kita, tetapi ada varian lain, faktor lain yang tidak kami perhitungkan pada saat itu ialah kondisi global yang terjadi seperti daya beli global yang turun. Itu berdasarkan pertumbuhan ekonomi dunia sehingga terjadi penurunan di situ. Inilah yang berdampak pada ekspor kita," beber dia.



(SAW)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA