Potensi Dana Repatriasi, Sektor Properti Diyakini Bergairah Awal Tahun Depan

Husen Miftahudin    •    Kamis, 22 Sep 2016 18:54 WIB
tax amnesty
Potensi Dana Repatriasi, Sektor Properti Diyakini Bergairah Awal Tahun Depan
Ilustrasi. (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Potensi dana repatriasi yang masuk dalam program amnesti pajak bakal membuat sektor properti bergairah di awal tahun depan. Pembelian properti akan menjadi incaran dari dana repatriasi yang masuk ke Indonesia.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengaku, amnesti pajak hingga hari ini belum berdampak signifikan untuk sektor properti. Namun seiring berjalannya program tersebut, sektor infrastruktur dan properti akan memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Hingga kini amnesti pajak belum terlalu terasa pada sektor properti karena semua masih menyibukan diri untuk program ini. Namun demikian, diperkirakan mulai awal 2017, pasar properti menengah atas justru akan kebanjiran pasar," ujar Ali, dalam diskusi Synthesis Development di Synthesis Square, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2016).

Sebagai negara dengan prospek market properti yang besar, diharapkan dana-dana repatriasi mengalir ke sektor properti agar dana tersebut tidak menganggur. Dana properti itu masuk melalui bank ataupun pembelian langsung properti.

"Dana pembelian langsung memberikan penambahan kapitalisasi paar properti dengan nilai yang besar. Dana masuk setidaknya akan mengendap sekitar tiga tahun, properti akan menjadi pilihan utama sebagai investasi jangka panjang," papar dia.

Managing Director Synthesis Square, Julius Warouw berpendapat bahwa modal dari luar negeri seperti repatriasi akan memperkuat pembiayaan di pembangunan infrastruktur dan properti, baik di bursa saham maupun di sektor riil.

"Dengan modal yang kuat dari luar maka investor secara jangka panjang memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional sehingga dana yang masuk akan sangat bermanfaat. Artinya, amnesti pajak harus menjadi momentum kebangkitan perekonomian nasional dengan kebijakan terpadu di banyak lini, dengan tujuan penyerapan dana optimal," pungkas Julius.

Berdasarkan laman resmi Direktorat Jenderal Pajak kementerian Keuangan, hingga hari ini jumlah deklarasi harta amnesti pajak sebesar Rp1.459 triliun. Sementara uang tebusan Surat Pelaporan Hata (SPh) yang berhasil dikumpulkan Ditjen Pajak sebanyak Rp35,1 triliun. Surat Setoran Pajak (SPP) sebanyak Rp36,3 triliun, serta repatriasi sebesar Rp77,9 triliun. Sedangkan jumlah WP yang telah mengikuti program amnesti pajak sudah sebanyak 124.521 orang.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA