Investor Norwegia Jajaki Investasi Perikanan

   •    Selasa, 20 Sep 2016 19:14 WIB
investasi
Investor Norwegia Jajaki Investasi Perikanan
Perikanan ANTARA FOTO/Dedhez Anggara.

Metrotvnews.com, Copenhagen: Pemerintah berencana menarik investor sektor perikanan Salmar Fish Farm asal Norwegia untuk industri pengolahan ikan salmon di dalam negeri, dengan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam sektor serupa.

"Kita sedang mendorong mereka untuk masuk ke Indonesia. Industri pemrosesan ikan salmon tersebut diharapkan menggandeng BUMN, supaya kita bisa belajar," kata Menteri BUMN Rini Soemarno, seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/9/2016). 

Usaha pemerintah pun disambut positif. Rini menjelaskan, perusahaan asal Norwegia yang terletak di Froya, Norwegia melihat potensi yang besar di Indonesia. Namun, perusahaan tersebut masih sangat berhati-hati untuk melakukan investasi di Indonesia karena mereka menganggap ada persoalan terkait proses perizinan.

"Mereka melihat potensi Indonesia besar, akan tetapi mereka masih hati-hati karena ada persoalan terkait perizinan, atau kurangnya transparansi, dan lainnya. Tapi saya tekankan, Indonesia saat ini lebih transparan dan mudah dalam proses perizinan," kata Rini.

Rini menjelaskan, skema pengiriman ikan salmon dari Norwegia tersebut, nantinya, bisa melalui penerbangan internasional Garuda Indonesia via Amsterdam, Belanda, karena menurut perusahaan itu sarana transportasi yang paling efektif adalah melalui udara.

Menurut Rini, setelah nantinya dilakukan pemrosesan di dalam negeri, hasil dari ikan-ikan tersebut akan diekspor kembali untuk pasar Republik Rakyat Tiongkok dan Jepang, meskipun ada peluang untuk pasar di dalam negeri yang cukup baik.

"Nantinya pasar yang diincar adalah Tiongkok dan Jepang. Dari Jakarta bisa naik pesawat kargo ke Tiongkok ataupun Jepang. Ini juga supaya kargo Garuda Indonesia berkembang. Ini harus dilihat sebagai peluang dan kita harus melihat ke dalam, mana saja yang bisa kita sinergikan," jelas Rini.

Memang, lanjut Rini, di dalam negeri tidak menghasilkan ikan salmon yang sebagian besar berada di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Akan tetapi, Indonesia bisa mengadopsi cara budidaya yang dilakukan oleh perusahaan tersebut untuk jenis ikan yang lain yakni kerapu.

"Nantinya Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Persero) Perinus bisa belajar teknologi yang dipergunakan khususnya untuk budidaya ikan di Indonesia, seperti untuk kerapu dan lainnya," harapnya. 

Menurut rencana, lanjut Rini, jika Indonesia bisa mengadopsi skema budidaya hingga pemrosesan untuk ikan tersebut, maka sektor industri dari hulu hingga hilir akan bisa berjalan. Menurutnya, akan ada program pelatihan untuk budidaya yang menggunakan teknologi digital tersebut pada Januari 2017.

"Rencananya dari hulu sampai hilir, kita harus mulai. Kita berencana untuk bicara dengan IPB terkait pengembangan ikan ini. Nanti skemanya akan ada waktu belajar di sana selama enam bulan, untuk studi," tambah Rini.

Sistem yang dipergunakan Salmar Fish Farm tersebut adalah komputerisasi, sehingga diharapkan akan ada transfer teknologi baik untuk budidaya dan pemrosesan bagi pelaku usaha di Indonesia yang tentunya akan melibatkan para nelayan skala kecil.



(SAW)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA