Dukung Laju Perekonomian

Industri Game dan Animasi di Indonesia Dinilai Potensial

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 14 Dec 2017 08:25 WIB
industri kreatifekonomi kreatifbadan ekonomi kreatifindustri gamebekraf
Industri <i>Game</i> dan Animasi di Indonesia Dinilai Potensial
Ilustrasi (AFP PHOTO/Mark RALSTON)

Jakarta: Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (Ainaki) menilai potensi yang dimiliki oleh industri game dan animasi di Indonesia sangat potensial. Hal ini mengingat banyaknya kesempatan yang dimiliki oleh para pengembang industri tersebut untuk meningkatkan produksinya di Tanah Air.

Ketua Ainaki Ardian Elkana mengatakan, jika industri ini dikembangkan akan menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Apalagi dengan mayoritas pasar internasional, industri kreatif semacam game dan animasi akan menghasilkan dolar melalui ekspor.

"Pertama ini, USD earner. Kenapa? Karena paling mudah. Kita ekspor enggak perlu kepabeanan, enggak perlu logging barang di pelabuhan karena cukup lewat internet untuk ekspor," kata dia, dalam 'Capacity Building Wartawan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi DKI Jakarta', di Solo, Rabu, 13 Desember 2017.

Selain itu, industri kreatif dinilai memiliki value added bagi industri lain sehingga lebih menguntungkan. Misalnya satu buah t-shirt dihargai Rp30 ribu, namun jika ditambah design gambar tertentu nilainya bisa dinaikkan menjadi Rp80 ribu.

Dirinya menambahkan, investasi di industri kreatif memiliki keuntungan yang cukup tinggi dengan penciptaan lapangan pekerjaan yang besar. Apalagi dengan mengusung konsep creativepreneur, industri kreatif memiliki kelebihan untuk melestarikan budaya melalui film, animasi, ataupun media lainnya.

Kepala KPw BI DKI Jakarta Doni P. Joewono mengatakan potensi yang dimiliki industri kreatif cukup besar demi menggerakan perekonomian. Terlebih share industri kreatif terhadap perekonomian di Jakarta masih rendah, dengan animasi baru 0,15 persen dan sektor game hanya 1,78 persen.

"Padahal Indonesia termasuk 10 besar negara yang penduduknya mengonsumsi game. Sayangnya game yang dimainkan itu bukan game buatan sendiri alias dibikin sama orang luar negeri semua," kata dia.

Untuk itu, Doni menyarankan agar Pemerintah DKI Jakarta bisa melihat kondisi ini sebagai salah satu peluang dalam menciptakan sumber ekonomi baru. Kerja sama dengan para pelaku industri kreatif lokal juga diharapkan dapat saling menguntungkan sehingga menciptakan multipliers effect.


(ABD)