Demi Agenda IMF-Bank Dunia, Pemerintah Siapkan Penerbangan Tambahan ke Bali

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 13 Mar 2018 18:42 WIB
imf-world bank
Demi Agenda IMF-Bank Dunia, Pemerintah Siapkan Penerbangan Tambahan ke Bali
Ilustrasi. (Foto: Antara/Widodo S Jusuf).

Jakarta: Panitia Nasional Penyelenggaraan Rangkaian Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia 2018 akan menambah jumlah penerbangan ke Bali untuk mengantisipasi banyaknya peserta di ajang pertemuan internasional tersebut.

Ketua Panitia Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan delegasi dari Washington DC mengaku telah kehabisan tiket menuju Bali. Untuk itu pemerintah akan menambah penerbangan bukan hanya di economic class, tetapi juga untuk business class dan first class.

"Karena mereka jalan ke sini itu tidak kayak kita economic class. Jadi kita sikapi dengan kerja sama Garuda (Indonesia). Misal dari Singapura ke Bali atau Bali ke Singapura akan ada extra flight," kata dia di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Maret 2018.

Baca: Penerbangan ke Bali Ludes Jelang Perhelatan IMF-Bank Dunia

Dirinya menambahkan permintaan untuk penambahan kursi penerbangan ke Bali memang meningkat seiring dengan perhelatan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia. Dengan jumlah kedatangan yang besar dalam waktu singkat, maka pemerintah akan menyiapkan dengan betul seluruh kebutuhan peserta.

"Jadi kita bisa bayangkan sekarang, permintaan untuk datang itu besar. Kita enggak beliin mereka dan harus satu minggu datang. Bayangkan 18 ribu sampai 21 ribu orang datang dalam satu minggu periode, bisa bayangkan," jelas dia.

Baca: Peserta IMF-WB Kehabisan Tiket, Pemerintah Kumpulkan Maskapai Penerbangan

Pemerintah tentunya tidak hanya mengandalkan Garuda Indonesia untuk menambah rute penerbangan demi suksesnya penyelenggaraan pertemuan itu. Luhut juga mengajak maskapai dalam dan luar negeri yang ada untuk menyediakan penerbangan tambahan menuju Pulau Dewata pada Oktober 2018.

"Tidak hanya Garuda, tentu bisa saja Batik Air, SQ (Singapore Airlines), dan maskapai lain. Tapi yang jadi concern kita itu slotnya, bagaimana mengatur slotnya. Kita juga pikir pakai wide body seperti A330," pungkasnya.

 


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA