Target Pengembangan Ekonomi Syariah Dimulai 2018

Amaluddin    •    Jumat, 10 Nov 2017 08:50 WIB
bank indonesiaekonomi syariah
Target Pengembangan Ekonomi Syariah Dimulai 2018
Gubernur Jatim Soekarwo. (FOTO: MTVN/Amal)

Surabaya: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) tengah mempersiapkan pengembangan usaha syariah di wilayahnya. Salah satunya mempercepat spin off Unit Usaha Syariah/UUS Bank Jatim menjadi Bank Umum Syariah (BUS).

"BUS milik Pemprov Jatim ini diharapkan bisa memperkuat pengembangan keuangan syariah. Targetnya awal 2018 sudah siap, kami harap dukungan semua pihak termasuk OJK," kata Gubernur Jatim Soekarwo, pada acara Shari'a Economic Festival (ISEF) ke-4 tahun 2017 di Grand City, Surabaya, Kamis 9 November 2017.

Menurut Pakde Karwo -sapaan akrabnya-, potensi ekonomi syariah di Jatim sangat besar. Mengingat banyaknya pondok pesantren yang jumlahnya mencapai puluhan ribu, dengan jutaan santri dan alumninya. Dia menyebut, jika potensi ini dikelola dengan baik, maka akan menjadi peluang tersendiri bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah.

"Apabila semua ini bisa terkover oleh keuangan syariah, kita segera bisa melepaskan diri dari lima persen trap yang menjadi kendala keuangan syariah di Indonesia," jelasnya.

Berdasarkan data kinerja perbankan syariah, katanya, secara kumulatif sampai September 2017 meningkat sebesar 13,41 persen dibanding 2016, disaat pertumbuhan total aset perbankan Bank Umum dan BPR di Jatim hanya sebesar 10,72 persen.

Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan syariah juga meningkat 8,34 persen lebih besar dibandingkan kinerja Bank Umum dan BPR sebesar 7,60 persen.

"Ini menunjukkan efektivitas penggunaan dana perbankan syariah telah tepat sasaran. Maka sudah sepatutnya untuk terus kita dukung dan dorong perkembangannya," tukasnya.

Dia pun berpesan agar para delegasi ISEF 2017 bisa mengeksplorasi keistemewaan Jatim, yang merupakan tempat lima dari sembilan wali yang ada di Indonesia.

"Selain itu, banyaknya pondok pesantren dengan ribuan santri dan alumninya merupakan bentuk dukungan bagi pengembangan ekonomi syariah. Jatim juga merupakan provinsi yang aman, nyaman, dan tentram. Karenanya Jatim merupakan tempat yang paling baik untuk mengembangkan ekonomi syariah," pungkasnya.

 


(AHL)