Kembangkan Padi Organik, Cara Pemerintah Sejahterakan Petani

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 14 Nov 2017 09:21 WIB
berita kementan
Kembangkan Padi Organik, Cara Pemerintah Sejahterakan Petani
Mentan Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto:Anggi Tondi Martaon)

Palangkaraya: Pemerintah saat ini tengah fokus mengembangkan padi organik. Komoditas ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Mentan) RI Amran Sulaiman setelah menyaksikan penanaman perdana padi organik di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Bati, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin 13 Novembe 2017. Total lahan yang akan ditanami padi organik seluas 300 ribu hektare.

"Kenapa kita lakukan ini? Karena kita sudah swasembada. Kita beralih untuk ekspor dengan pendekatan kesejahteraan petani. Yang bisa menyejahterakan petani adalah padi organik," kata Amran.

Guna menyukseskan program ini, Amran menyebutkan  bahwa pemerintah melalu Kementan akan memfasilitasi petani, mulai dari pupuk organik hingga mesin pertanian. Selain itu, pemerintah juga akan membantu petani mengurangi kadar asam tanah yang cukup tinggi karena bekas lahan gambut.

"Kita lakukan pengapuran dan kita minta nanti pada Dirjend agar menyiapkan pengapuran," katanya.

Saat ini, nilai jual beras organik cukup tinggi, mencapai USD6 per kilogram atau Rp100ribu per kilogram. "Kalau dikirim saja ke Jakarta harganya Rp30-40 ribu, ke Malaysia harganya Rp50-80 ribu per kilo. Jadi itu masih cukup komersil," ucapnya.

Ketika disinggung mengenai petani yang menyebutkan bahwa harga beras antara non dengan orgnik tidak jauh berbeda, Amran menjelaskan, hal itu terjadi karena belum teroganisir dengan baik. Ke depan, Amran berjanji akan menyelesaikan permasalahan harga yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

"Ini butuh waktu. Memang tidak bisa sekaligus hari ini. Nanti setelah dirasakan, petaninya tidak mau lagi menanam beras yang bukan organik," kata Amran.


(ROS)