Optimalisasi Pelabuhan Marunda Berpotensi Setor Ratusan Miliar ke Kas Negara

Husen Miftahudin    •    Kamis, 06 Sep 2018 11:42 WIB
pelabuhan
Optimalisasi Pelabuhan Marunda Berpotensi Setor Ratusan Miliar ke Kas Negara
Ilustrasi pelabuhan Tanjung Priok. (FOTO: MI/Ramdani)

Jakarta: Pengembangan Pelabuhan Marunda berpotensi memberikan pemasukan ke kas negara hingga ratusan miliar tiap tahun. Jumlah kargo yang kian meningkat membuat pelabuhan ini mampu melayani pelayaran internasional sebagai alternatif Pelabuhan Tanjung Priok.

Saat ini, Pelabuhan Marunda telah memiliki sejumlah terminal. Terminal-terminal itu dikelola oleh beberapa Badan Usaha Pelabuhan (BUP), di antaranya Marunda Center Terminal (MCT) dan PT Karya Citra Nusantara (KCN).

Keduanya mempunyai potensi besar sebagai penopang Pelabuhan Tanjung Priok dalam mengurangi ketimpangan pertumbuhan arus barang. Selama 2007 hingga 2011, arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok tumbuh rata-rata sebanyak 6,14 persen. Di 2011, arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 74,98 juta ton.

Direktur National Maritime Institute Siswanto Rusdi mengakui Pelabuhan Marunda telah siap dan mampu menopang ledakan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Pada tahun lalu, total kunjungan dan volume barang yang ditangani pengelola terminal di Pelabuhan Marunda menembus 33 juta ton.

"Apalagi KCN yang baru mengoperasikan Pier I dari tiga pier yang direncanakan telah menyumbang pemasukan kas negara. Total kontribusi KCN dengan dermaga operasional Pier I mencapai Rp6,1 miliar sepanjang 2016-2017," ujar Siswanto dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 6 September 2018.

Bila tiga pier beroperasi, Siswanto menaksir potensi kontribusi KCN ke kas negara sebanyak Rp200 miliar per tahun. "Tapi pengembangan Marunda saat ini belum optimal, KCN yang disengketakan oleh KBN membuat pebuhan ini kurang optimal bekerja. Kondisi ini bisa menyebabkan kongesti (penumpukan) barang curah di Pelabuhan Tanjung priok," beber dia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita mengatakan Pelabuhan Marunda saat ini menjadi lokasi bongkar muat barang curah. Kondisi tersebut memegang peranan penting untuk membantu distribusi barang-barang curah bagi kebutuhan di DKI Jakarta.

"Sebaiknya ke depan Marunda fokus untuk menjadi pelabuhan roll on roll off, baik curah maupun kontainer untuk memenuhi permintaan di Jabodetabek," tutup Zaldy.


(AHL)