Rhenald Kasali: Kontribusi Go-Jek Lebih dari Rp9,9 triliun ke Perekonomian

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 05 Apr 2018 15:09 WIB
gojek
Rhenald Kasali: Kontribusi Go-Jek Lebih dari Rp9,9 triliun ke Perekonomian
Gojek. Dok: Antara.

Jakarta: Hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menunjukkan bahwa Go-Jek berkontribusi sebesar Rp9,9 triliun pada perekonomian Indonesia setiap tahunnya. Namun, Guru Besar Ekonomi UI Rhenald Kasali berpendapat bahwa dampak Go-Jek sebenarnya lebih tinggi daripada angka yang ditemukan oleh LD FEB UI.

"Angka yang disebut oleh teman-teman di Lembaga Demografi itu sebenarnya sudah benar, tapi kurang besar angkanya. Dugaan saya angkanya lebih besar dari itu," ungkap Rhenald dalam keterangan resminya, Kamis, 5 April 2018.

Rhenald berpendapat dalam hal ini Go-Jek belum dilihat sebagai platform yang lintas industri. Risetnya bagus, memberikan gambaran mengenai betapa besar value creationnya. 

"Tetapi ekonom juga harus belajar bahwa mendefinisikan start up baru bukan semata-mata dari single product, karena ini kan menciptakan platform dan kalau platform itu dampaknya bukan cuma di dalam suatu industri tertentu," jelas Rhenald. 

Rhenald juga menambahkan bahwa hal lain yang belum diperlihatkan melalui riset tersebut adalah nilai efisiensi yang diciptakan oleh Go-Jek. 

"Jadi, pertama adalah platform, yang kedua adalah efisiensi. Nah, platform ini adalah revolusi kehidupan, dampak pada kehidupan yang sangat besar. Dan yang kedua itu efisiensi yang diciptakan," terang Rhenald.

Efisiensi ini antara lain diciptakan dari waktu tempuh yang dipersingkat melalui layanan Go-Jek. Rhenald juga berpendapat bahwa Go-Jek bahkan membantu mengatasi masalah kemacetan dan polusi. 

“Mereka bisa me-reduce karena orang tidak harus pergi sendiri ke tempatnya dan tidak harus menambah kendaraan,” tutur dia. 

Lanjut dia, Go-Jek melalui armada Go-Foodnya mendorong kreativitas dan pemasukan di dunia kuliner. 

"Sekarang, tukang martabak pun punya armada pengiriman barang dan harganya naik kelas. Dulu kita hanya beli martabak yang Rp10 ribu, sekarang kita bisa beli martabak yang Rp80 ribu. Kreativitas di dunia kuliner muncul dengan adanya armada-armada Go-Food seperti ini," ungkap dia.

Untuk menanggapi masa depan ekonomi digital ini, ke depannya, masyarakat harus paham mengenai cara bekerja ekonomi digital yang sebenarnya. Persoalannya banyak orang Indonesia yang belum paham perbedaan bahwa dalam transformasi digital yang diciptakan pemain-pemain baru ini bukanlah produk tapi sebagai platform. Kalau platform itu lintas produk, lintas industri, dan lintas kehidupan. 

“Berdampaknya bukan hanya pada perekonomian produk tapi pada perekonomian platform, pereknomian kehidupan karena di dalamnya itu ada masalah pembayaran, ada masalah hubungan antarmanusia, dan ada  kecepatan yang dipecahkan,“ pungkas Rhenald.

Kontribusi Rp9,9 Triliun 

Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menyebutkan keberadaan aplikasi on-demand Go-Jek memberikan dampak sosial ekonomi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Tercatat Go-Jek berkontribusi sebesar Rp9,9 triliun per tahun terhadap perekonomian Indonesia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan LD FEB UI ini, sebesar Rp8,2 triliun kontribusi Go-Jek terhadap perekonomian disumbangkan melalui penghasilan mintra pengemudi. Sedangkan sisanya sebesar Rp1,7 triliun disumbangkan melalui penghasilan mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Angka Rp8,2 triliun adalah perbedaan antara sebelumnya berapa dan sekarang berapa," kata Peneliti LD FEB UI Paksi CK Walandauw dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Maret 2018.

Diperkirakan, terdapat tambahan sebesar Rp682,6 miliar per bulan yang masuk ke ekonomi nasional semenjak pengemudi bergabung dengan Go-Jek. Sementara dari mitra UMKM yang bergabung dengan Go-Food diperkirakan ada tambahan sebesar Rp138,6 miliar per bulan yang masuk ke ekonomi nasional.

Sementara dari sisi konsumen, sebanyak 89 persen mengatakan bahwa Go-Jek telah memberikan dampak yang agak baik sampai dengan sangat baik bagi masyarakat umum. Jika Go-Jek berhenti beroperasi, 78 persen konsumen menyatakan bahwa hal itu akan membawa dampak agak buruk sampai dengan sangat buruk bagi masyarakat.

"Artinya bahwa masyarakat punya option lebih banyak untuk transportasi melalui Go-Jek atau beli makanan melalui Go-Food. Apalagi 90 persen konsumen merasakan dampak positif dari keberadaan Go-Jek dan 77 persen merasa menjadi lebih melek digital sejak menjadi pengguna," pungkas dia.





(SAW)


Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

10 hours Ago

Struktur organisasi dari BP Batam dipastikan tidak berubah meski figur pemimpin dalam organisas…

BERITA LAINNYA