Gara-Gara Menteri Susi, Thailand Impor Ikan dari Babel

   •    Minggu, 10 Sep 2017 14:27 WIB
impor ikan
Gara-Gara Menteri Susi, Thailand Impor Ikan dari Babel
Ikan (ANT/Oky Lukmansyah).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti membumi hanguskan Kapal-Kapal pencuri ikan di perairan Indonesia, ternyata memberikan keuntungan bagi Provinsi Bangka Belitung. Pasalnya, Thailand meminta impor ikan dari Babel.

Hal itu di utarakan Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Rina, dalam simposium bersama Pemerintah Provinsi Bangka Belitung di kantor BKIPM Babel.

Rina mengatakan, Selama ini Negara Thailand tidak pernah meminta ikan ke Indonesia, tapi setelah kebijakan Bu Menteri, ternyata Thailand minta ikan jenis cumi-cumi, Ekor Kuning dan Tenggiri ke Babel.

"Ini sudah enam kali Thailand minta kirim cumi-cumi sekali kirim minimal satu kontainer 23 ton, sehingga sudah 250 ton cumi-cumi Babel di kirim ke Thailand," kata Rina dikutip dari Media Indonesia, Minggu 10 September 2017. 

Rina menambahkan untuk ekspor ikan dari Provinsi Babel 2016, meningkat dua kali lipat jika dibandingkan 2015. Sedangkan pada 2017 per 15 Agustus ekspor ikan sudah mencapai 80 persen.

"Pada 2014, ekspor ikan Babel 2.365.956 kg, meningkat pada 2015 menjadi 3.307.426 kg, dan pada 2016 kembali meningkat menjadi 4.490.488 kg, di 2017 hingga 15 Agustus sudah mencapai 3.313.694 kg," ujarnya.

Selain itu, lanjut Rina, potensi ekspor ikan hidup Babel juga cukup besar, seperti kerapu yang volumenya terus meningkat. 

Rina menyebutkan, di Provinsi Bangka Belitung ada 12 perusahaan pengekspor ikan, 6 diantaranya sudah mendapatkan grade A.

Dia menegaskan, untuk memenuhi standar grade A, banyak hal yang harus dibenahi dan syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan ekspor ikan di Babel untuk mencapai standar tersebut.

"Babel kualitas ekspor nya bagus, ikannya juga bagus, ini terbukti dengan tidak adanya komplain dari negara tujuan mengenai ikan Babel, tapi memang sementara ini baru 6 perusahaan yang mendapat grade A sisanya masih grade B," ungkap dia.

Untuk itu, Rina mengajak pelaku ekspor dan nelayan menjaga kualitas ikan yang dihasilkan, baik dari segi mutu maupun lainnya. Dan untuk tidak mudah tergiur dengan pengaruh negara lain dengan penjualan bibit atau lainnya.

Sementara, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman menegaskan, pihaknya akan membangun sinergi dengan BKIPM dalam menjaga mutu perikanan di Babel, juga mempertegas aturan agar jangan sampai kualitas ikan Babel menjadi jelek.

"Kami minta nanti data yang ada di BKIPM dilaporkan ke kita untuk menjadi pedoman membuat kebijakan baru. Kalau ekspor ikan hidup mulai berkembang, ketertarikan nelayan semakin kita kembangkan di Basel," kata Erzaldi.



(SAW)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

22 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA