Pemindahan Ibu Kota Mustahil Dilakukan Tanpa APBN

Suci Sedya Utami    •    Senin, 10 Jul 2017 15:10 WIB
pemindahan ibukota
Pemindahan Ibu Kota Mustahil Dilakukan Tanpa APBN
Illustrasi. ANT/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat infrastruktur Institut Teknologi Bandung (ITB) Harun Al Rasyid Lubis menilai pemindahan Ibu Kota dari Jakarta tak mungkin dilakukan tanpa bantuan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Hampir enggak mungkin dilakukan tanpa APBN," kata Harun saat dihubungi Metrotvnews.com, Senin 10 Juli 2017.

Dia mengatakan proses ini membutuhkan dana dari APBN terlebih dahulu. Meskipun nantinya akan dibantu oleh swasta melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

baca : Plus Minus Dampak Pemindahan Ibu Kota

Dia bilang, butuh uang banyak yang harus dikeluarkan negara untuk memindahkan Ibu Kota untuk membangun sarana dan prasarana awal terlebih dahulu.

Harun mengatakan, jika pun nantinya menggunakan KPBU, di dalamnya ada yang namanya formula availability payment (AP) di mana pihak swasta yang membangun terlebih dahulu, pemerintah nanti menggantinya secara berkala atau menyewa dari hasil yang dibangun itu namun catatannya harus dilakukan dengan basis performa kerja.

Misalnya swasta membangun gedung, jika performa gedungnya tidak maksimal seperti ada lampu yang mati, proyektor yang tidak nyala, maka pembayaran yang dilakukan tak akan sepenuhnya 100 persen.

Namun yang pasti, bisa digarisbawahi bahwa negara tetap mengeluarkan uang akan tetapi bisa dicicil dalam waktu yang panjang,

"Jadi rasanya enggak pernah ada pemindahan Ibu Kota di dunia tanpa public funding," jelas dia.

Sebelumnya, Direktur Alokasi Pendanaan Kementerian Badan Perencanaan Nasional (PPN)/ Bappenas Erwin Dimas mengatakan negara tetap harus ikut menyiapkan dana untuk memindahkan Ibu Kota.

"Tetap harus ada peran uang negara, enggak murni semua permasalaha bisa diambil swasta, walaupun nantinya anggaran swasta lebih besar ya," kata Erwin saat dihubungi Metrotvnews.com. 

 


(SAW)