Rini Akui Ada Potensi Investasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 14 Apr 2017 14:19 WIB
kereta cepat
Rini Akui Ada Potensi Investasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Antara/Akbar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarni membenarkan adanya potensi membengkaknya investasi kereta cepat Jakarta Bandung. Semula investasi proyek tersebut ditetapkan USD5,5 miliar, namun membengkak menjadi USD5,9 miliar.

Rini mengatakan, pembengkakan nilai investasi ini karena perubahan harga lahan dan perubahan titik terowongan di sepanjang jalur kereta cepat.

"Karena ada pertambahan memang dari harga lahan sehingga yang tadinya USD5,130 miliar menjadi USD5,998 miliar. Kenaikannya itu karena ada perubahan beberapa titik di mana ada tunnel yang tadinya tidak ada tunnel jadi ada tunnel," kata Rini saat ditemui di Hotel Pacific Place Jakarta, Kamis malam 13 April 2017.

Selain itu, Rini menjelaskan adanya perubahan jalur karena tanah yang digunakan sebagai jalur kereta cepat merupakan tanah bergerak atau sering terjadi pergeseran tanah, maka jalur kereta cepat pun akan dibangun lebih tinggi (elevate). Sehingga akan menambah biaya lagi.

"Kemudian yang tadinya elevate, semuanya elevate. Jadi ada kenaikan hampir USD800 juta," aku Rini.

Namun demikian, Rini mengungkapkan sudah membicarakan potensi naiknya investasi ini kepada China Development Bank (CDB). CDB tidak mempermasalahkan itu. Paling tidak pada Mei, dana dari CDB bisa dicairkan.




"Ini sudah dibicarakan dan didiskusikan dengan CDB jadi tidak ada masalah kenaikan biaya. Dan sudah dihitung Internal Rate of Return (IRR)nya masih bagus. Dan usaha ini masih sangat layak diteruskan. Ini tinggal menyelesaikan," jelas dia.

Adapun mengenai revisi Peraturan Pemerintah (PP) mengenai  Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Nasional, Rini menambahkan, revisi tersebut sudah selesai. Saat ini sedang berada di Kementerian Hukum dan HAM.

"Alhamdulillah PP RTRW nasional sudah ditandatangani Menkumham. Insya Allah, Senin sudah diundangkan, diharapkan panlok dalam dua minggu bisa dikeluarkan oleh pemimpin, kepala daerah gubernur, Jawa Barta dan DKI. Sehingga kita target kan Mei sudah full konstruksi," pungkas dia.


(AHL)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

2 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA