Tanggapan Positif Bankir soal Aturan Keterbukaan Data Nasabah

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 17 May 2017 15:08 WIB
aeoi
Tanggapan Positif Bankir soal Aturan Keterbukaan Data Nasabah
Ilustrasi. (FOTO: MI/Sumaryanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan. Sejumlah bankir menanggapi positif aturan yang bertujuan untuk implemetasi perjanjian pertukaran informasi keuangan secara otomatis atau Automatic Exchange of Financial Account Information (AEoI).

Sekretaris Perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Ryan Kiryanto menyebut pihaknya siap menjalankan regulasi yang sudah diterbitkan. Hal ini sebagai wujud kepatuhan BNI terhadap bank plat merah itu terhadap setiap ketentuan yang berlaku.

"Saya kira jika Perpu No. 1 Tahun 2017 ini bisa disosialisasikan dengan baik kepada seluruh pelaku industri perbankan, disertai upaya intensif perbankan untuk juga menyosialisasikan beleid yang baru ini, diyakini perbankan dan masyarakat luas akan menerima dan mematuhinya," kata dia di Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Baca: Pemerintah Telah Terbitkan Perppu AEoI

Dirinya menambahkan, perbankan harus tetap menjaga kerahasiaan nasabah agar tak menimbulkan masalah. Karenanya penerapan aturan ini harus dilakukan secara berhati-hati demi menjaga kepentingan nasabah tanpa melanggar aturan yang telah disahkan oleh pemerintah.

"Ini lantaran penerapan beleid yang baru ini hati-hati serta tetap memberikan ruang bagi bank secrecy untuk melindungi kepentingan nasabah. Pengenaan sanksi harus diberikan untuk mendisiplinkan semua pihak yang terkait. Pelaksanaan Perpu 1/2017 ini juga merupakan konsekuensi keanggotaan Indonesia di G20," jelas dia.

Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo menambahkan, pada dasarnya bank siap menjalankan aturan yang ada. Namun karena Perppu baru diterbitkan, maka perlu ada aturan teknis yang diterbikan baik oleh Direktorat Jenderal Pajak atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator.




Menurut dia, aturan dari regulator akan membuat sosialisasi kepada nasabah tetap berjalan dengan baik. Bahkan dirinya meyakini adanya aturan ini tidak akan membuat dana nasabah yang selama ini di simpan dalam sistem perbankan justru dipindahkan karena adanya keterbukaan data ini.

"Dengan adanya keterbukaan informasi transaksi keuangan jelas itu akan meningkatkan kualitas dari nasabah dan bank itu. Itu mencegah adanya transaksi money laundrying, throat yang begitu-begitu, sesungguhnya hot money yang enggak bisa menganggu sistem perbankan. Kita ingin perbankan stabil dan (layanan) nasabah bagus," pungkasnya.


(AHL)