Tumbuh 15,4%, BNI Salurkan Kredit Rp412,18 Triliun di Semester I-2017

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 12 Jul 2017 16:00 WIB
bni
Tumbuh 15,4%, BNI Salurkan Kredit Rp412,18 Triliun di Semester I-2017
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp412,18 triliun atau tumbuh double digit sebesar 15,4 persen year on year (yoy) dibandingkan penyaluran kredit pada periode yang sama di 2016 sebesar Rp357,22 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut lebih baik dibandinkan dengan pertumbuhan kredit di industri mencapai 9,5 persen per April 2017.

Direktur Consumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, tumbuhnya kredit yang disalurkan BNI terutama ditopang oleh realisasi pembiayaan ke sektor business banking pada semua segmen, dari debitur usaha korporasi (corporate), debitur usaha menengah, hingga debitur usaha kecil. Penyaluran kredit ke debitur usaha korporasi melaju cepat seiring dengan menggeliatnya proyek-proyek infrastruktur dan pertanian.

"Kredit yang tersalurkan pada proyek infrastruktur terfokus pada proyek jalan tol di Pulau Jawa yang dilaksanakan oleh Badan-badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak disektor infrastruktur & konstruksi," kata Anggoro dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu 12 Juli 2017.

Adapun kredit yang tersalur ke sektor pertanian terfokus pada pengembangan perkebunan oleh perusahaan-perusahaan nasional yang memiliki jaringan bisnis internasional. Anggoro menuturkan, kredit BNI disalurkan kepada proyek-proyek yang memiliki nilai ekonomi terbaik, serta menjadi bagian dari program-program utama pemerintah, terutama proyek-proyek infrastruktur, sehingga mampu menciptakan multiplier effect yang luas.

"Dengan menyalurkan kredit ke infrastruktur, BNI memperoleh peluang pengembangan bisnis penting dari supply chain financing mulai dari hulu ke hilir, sehingga memunculkan sumber-sumber pendanaan baru dan fee based income baru dari segmen korporat, antara lain dari syndication fee, trade finance, garansi bank, hingga cash management fee," jelas dia.

Hubungan kerja sama bisnis dengan perusahaan-perusahaan besar di bidang infrastruktur, pertanian, dan sektor lainnya ini dimanfaatkan BNI untuk meningkatkan penyaluran kredit pada perusahaan-perusahaan level menengah yang menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan-perusahaan besar yang menjadi debitur berkualitas BNI. Seiring dengan itu, BNI juga tetap mengandalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menyalurkan pembiayaan kepada perusahaan-perusahaan segmen kecil.

Di samping business banking, BNI pun tetap melakukan pembiayaan untuk sektor konsumer (Consumer Banking). Pada sektor ini, BNI mencatatkan pertumbuhan signifikan pada kredit BNIFlexi atau pinjaman kepada individu yang telah menggunakan rekening BNI sebagai rekening gajinya. Secara umum, dari komposisinya, BNI menyalurkan kredit Rp296,12 triliun atau 71,8 persen (yoy) dari total kredit untuk sektor business banking, adapun sebesar Rp67,05 triliun atau 16,3 persen (yoy) ke sektor consumer banking.

Selebihnya, BNI mencatatkan penyaluran kredit untuk debitur-debitur overseas sebesar Rp25,92 triliun atau 6,3 persen (yoy) dari total kredit BNI. BNI juga menyalurkan kredit melalui perusahaan-perusahaan anak sebesar Rp23,09 triliun atau 5,6 persen (yoy) dari total kredit BNI pada paruh pertama 2017. Pembiayaan ke sektor business banking mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 13,5 persen terhadap semester I-2016.

Sedangkan kredit ke sektor consumer banking tumbuh 10,0 persen. Cabang luar negeri (overseas branches) mencatat pertumbuhan penyaluran kredit yang juga signifikan pada semester I-2017 ini yaitu 59,2 persen dari realiasi semester I-2016, sedangkan kredit yang disalurkan melalui perusahaan-perusahaan anak tumbuh 20,4 persen dibandingkan semester I-2016.


(AHL)