TEI 2016 Jadi Tonggak Kebangkitan Ekspor Indonesia

Husen Miftahudin    •    Minggu, 16 Oct 2016 20:49 WIB
trade expo indonesia
TEI 2016 Jadi Tonggak Kebangkitan Ekspor Indonesia
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: MI/Panca Syurkani).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pameran perdagangan berskala internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 yang dihelat selama lima hari, 12-16 oktober 2016, diklaim menjadi tonggak kebangkitan ekspor Indonesia di tengah melemahnya perekonomian nasional.

Pada penutupan TEI 2016, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan, transaksi perdagangan mencapai USD974,75 juta. Capaian tersebut melonjak 7,2 persen jika dibandingkan raihan gelaran yang sama tahun sebelumnya.

Nilai itu berasal dari transaksi produk sebanyak USD826,52 juta dan jasa USD48,23 juta, serta investasi Indonesia ke negara lain sebesar USD100 juta. Negara dengan nilai transaksi prospektif terbesar antara lain India, Malaysia, Swiss, Mesir, dan Prancis.

"Kami bersyukur dan berbangga hati dengan naiknya nilai transaksi sebesar 7,2 persen. Antusiasme para buyer juga menggembirakan," ujar pria yang akrab disapa Enggar saat menutup secara resmi TEI 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (16/10/2016).

Pada penutupan ini, tercatat ada 15.567 pengunjung dari 125 negara. Yang menarik, perolehan selama TEI diakui telah sesuai dengan tujuan awal, yakni diversifikasi pasar dan produk.

"Pencapaian ini menumbuhkan optimisme pada peningkatan kinerja ekspor nasional tahun ini," tegas Enggar.

Menurutnya, banyak buyer yang datang dari negara nontradisional seperti Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tengah. Para eksportir Indonesia juga beragam, mulai dari usaha kecil menengah (UKM), perusahaan swasta, BUMN, dan perusahaan yang dikoordinasi pemerintah daerah.

"Inilah fakta yang membuat kita cukup optimis bahwa diversifikasi terjadi tidak saja dalam hal pasar atau negara asal buyer, tetapi juga dalam hal peserta pameran, yang tentunya dapat memperkuat kapasitas ekspor nasional di masa depan," lanjut Enggar.

Pencapaian diversifikasi produk terlihat dari lima produk yang diminati, yaitu mebel, elektronik dan peralatan listrik, makanan olahan, rempah-rempah, dan minyak atsiri. Selain itu, antusiasme buyer juga terlihat untuk produk specialty coffee (kopi premium).

Di sisi lain, Enggar mengapresiasi prestasi para eksportir Indonesia yang mampu bersikap profesional, mampu meyakinkan para buyers mancanegara untuk bertransaksi di tengah perlambatan ekonomi dunia.

"Artinya, para eksportir kita sudah mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan selera atau minat pasar, berdaya saing tinggi dengan harga yang kompetitif, bahkan bila dibandingkan dengan produk sejenis dari Tiongkok," pungkas Enggar.
 


(HUS)