Pengembangan Mobil Hybrid Jenjang Pertama untuk Realisasi Mobil Listrik

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 09 Aug 2017 14:02 WIB
mobil listrik
Pengembangan Mobil Hybrid Jenjang Pertama untuk Realisasi Mobil Listrik
Mobil Hybrid. ANT/Audy Alwi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaku industri memandang keinginan pemerintah untuk menggunakan mobil listrik sebagai upaya meminimalisir emisi gas buang masih membutuhkan beberapa tahapan.

Presiden Direktur Astra Internasional Prijono Sugiarto mengatakan, untuk merealisasikan mobil listrik perlu beberapa tahapan pengembangan teknologi. Tahapan terdekat untuk pengembangan mobil listrik adalah pengembangan mobil hybrid. Mobil hybrid adalah mobil yang menggunakan dua jenis teknologi untuk sumber tenaganya. Tenaga itu bersumber dari Bahan Bakar Minyak (BBM) dan baterai.

"Mobil listrik menurut kami dari kawan-kawan dan partner principal kami mereka selalu mengatakan ada jenjang antara mobil dengan perapian konvensional, combination engine akan masuk ke hybrid baru masuk ke mobil listrik," kata Prijono di Kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Tahapan pengembangan mobil listrik diibaratkan Prijono seperti perjalanan menuju Bogor. Perlu melewat perjalanan dahulu untuk sampai kesana. Begitu juga dengan realisasi mobil listrik di Indonesia.

"Menurut hemat saya akan ada jenjang dan itu saya sudah tanyakan ke principal jadi akan ada istilahnya kalau ke Bogor lewat Jagorawi dulu lah. Jadi kalau mau ke listrik tulen. Saya rasa ke hybrid dulu baru listrik. Jadi itu jenjangnya," ungkap Prijono.

Sementara itu, dalam mengembangkan mobil listrik kedepannya Prijono juga menjelaskan, sebagai pelaku industri, Astra membutuhkan insentif dari pemerintah. Insentif tersebut diperlukan untuk melindungi pelaku industri.

Namun, lanjut Prijono, insentif tersebut masih digodok di Kementerian Perindustrian bersama Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia).

"Ini kan kerja sama tentu saja kami mengharapkan antara Gaikindo asosiasi permobilan dan industri dan juga kemenperin untuk berbicara baiknya kaya bagaimana," ucap Prijono
 
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjelaskan dalam meminimalisir emisi akibat bahan bakar yang dihasilkan oleh energy fossil, pemerintah berencana akan menerbitkan kebijakan mengenai mobil listrik. Kebijakan tersebut berbentuk Peraturan Presiden (Perpres).

"Mungkin pakai Perpres lah dan sudah ada instruksi tertulis dari Bapak Presiden bahwa pemerintah akan mendukung pengembangan mobil listrik," kata Jonan.

Rencana Perpres itu juga telah dibicarakan kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ada kemungkinan penggunaan dan pengadaan mobil listrik akan mendapat keringanan pajak.

"Salah satunya memang dalam masalah perpajakan itu," ucap Jonan.


(SAW)