Kembangkan KEK Sei Mangkei, PTPN akan Jadikan Kota Industri Modern

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 17 May 2017 12:43 WIB
sei mangkeiptpn
Kembangkan KEK Sei Mangkei, PTPN akan Jadikan Kota Industri Modern
Menko Perekonomian Darmin Nasution saat menyaksikan penandatanganan MoU. (FOTO: MTVN/Suci Sedya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyerahkan operasional aset pada Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III. PTPN diberi kepercayaan untuk mengembangkan kawasan tersebut.

Penyerahan tersebut disaksikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution dan bertempat di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Aset pemerintah yang diserahkan meliputi Jalan Poros, Tank Farm dan Dry Port di KEK Sei Mangkei.

"Barusan serah terima infrastruktur yang dibangun Kemenperin yang nanti kami akan kelola sebagai barang milik negara kawasan industri Sei Mangkei sudah siap," kata Direktur Utama PTPN III, Dasuki Amsir, Rabu 17 Mei 2017.

Baca: Jokowi: Kawasan Industri Sei Mangkei Terbesar di Indonesia Barat

Setelah dilakukan serah terima tersebut, PTPN lll (Persero) akan melakukan pengurusan perizinan dan mengurus kelengkapan operasional Tank Farm & Dry Port seperti kelengkapan peralatan, sumber daya manusia (SDM) dan standar operasional dan prosedur (SOP).

Ditargetkan Dry Port Sei Mangkei beroperasi pada Juni 2017, sedangkan untuk Tank Farm di Sei Mangkei ditargetkan beroperasi pada Juli 2017.

Proyeksi penyerapan tenaga kerja langsung dengan pengembangan KEK Sei Mangkei sebanyak 83.304 orang (hingga 2031). Adapun dampak ke perekonomian dari pengembangan KEK Sei Mangkei diestimasikan terjadi peningkatan output sebesar Rp92,1 triliun terhadap ekonomi nasional. Hingga 2031 diestimasikan peningkatan investasi di KEK Sei Mangkei mencapai Rp134,1 triliun yang berupa pengembangan infrastruktur kawasan senilai Rp5,1 triliun dan investasi dari investor senilai Rp129 triliun.

Ada juga manfaat lain dari pengembangan KEK Sei Mangkei antara lain:
1) Solusi bagi pengembangan industri dan logistik sehingga mampu meningkatkan ekspor nasional.
2) Peningkatan perekonomian daerah khususnya Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
3) KEK Sei Mangkei juga menjadi pusat pengembangan industri hilir kelapa sawit dan karet dalam skala besar karena lokasinya yang strategis. Artinya, KEK Sei Mangkei sebagai pusat pengolahan bahan baku kelapa sawit dan karet baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pada saat yang sama juga ditandatangani Master of Agreement (MoA) antara Holding Perkebunan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dengan PT Alternative Protein lndonesia (PT API) yang merupakan calon investor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. PT APl akan melakukan pembangunan insect Bio Reactor (lBR) untuk pengembangbiakan serangga Black Soldier Fly yang akan menghasilkan produk protein alternatif sebagai bahan pakan ternak (feed) dan bahan pangan (food) di lndonesia.

Baca: Wajah Baru Sumatera Utara di Sei Mangkei

Perusahaan asal Hong Kong ini berencana mengembangkan produk protein alternatif di lndonesia dengan total investasi kurang lebih USD500 juta di Sei Mangkei dan USD4 miliar direncanakan untuk lima tahun ke depan berbentuk Foreign Direct Investment dengan membangun 25 Insect Bio Reactors (lBR) di seluruh lndonesia dengan kebutuhan feedstock sekitar 2,5 juta ton per tahun.

Di KEK Sei Mangkei yang berlokasi di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, PT APl akan membangun lima Insect Bio Reactors (dari 25 IBR yang direncanakan) di atas lahan seluas 51 hektare dengan kebutuhan feedstock berupa tandan kosong kelapa sawit sebesar kurang lebih 572 ribu ton per tahun dan Palm Kernel Meal (PKM) sebesar kurang lebih 300 ribu ton per tahun. Groundbreaking ditargetkan Juli 2017 dan akan beroperasi pada Februari 2019.

Lebih jauh Dasuki menjelaskan manfaat proyek ini bagi PTPN III adalah penerimaan pendapatan dari penggunaan lahan di KEK Sei Mangkei, pendapatan dari penjualan tandan kosong kelapa sawit dan palm kernel meal.

Baca: KEK Sei Mangkei Jadi Kawasan Ekonomi Hijau

Sementara manfaat bagi negara selain peningkatan nilai investasi ke Indonesia, pengembangan industri protein alternatif ini direncanakan menyerap lebih dari 1.000 pekerja, di mana secara bertahap akan mencapai total 10.000 pekerja sehingga Indonesia dapat menjadi pemimpin global di sektor protein alternatif.

Investasi di Sei Mangkei akan menjadi langkah pertama untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat sains, R&D, pengembangan teknologi dan produk serangga baru di bidang pakan, makanan, farmasi dan pupuk biologi. Investasi PT API juga berpotensi meningkatan nilai ekspor Indonesia dan mendorong tumbuhnya supporting industry lainnya.

"PTPN III (Persero) sebagai Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola KEK Sei Mangkei berkomitmen dan akan terus berupaya untuk melengkapi fasilitas infrastruktur di dalam KEK Sei Mangkei dan memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelaku usaha di dalam kawasan demi mewujudkan visi KEK Sei Mangkei yaitu menjadi kota industri modern yang berdaya saing tinggi dan berwawasan lingkungan melalui pengembangan sumber daya alam lokal secara optimal," tandas diaz.


(AHL)