Akhir Maret 2017

Pendapatan Asuransi Jiwa jadi Rp56,96 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 14 Jun 2017 18:16 WIB
asuransi
Pendapatan Asuransi Jiwa jadi Rp56,96 Triliun
Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim. MTVN/Dian IS.

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa mengalami peningkatan 16,4 persen menjadi Rp56,96 triliun sepanjang tiga bulan pertama di 2017 dibandingkan akhir Maret 2016 sebesar Rp48,94 triliun.

‎"Data ini berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama 2017 dari sebanyak 56 perusahaan asuransi jiwa dari total 58 perusahaan asuransi anggota AAJI," ungkap Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim, ditemui dalam acara 'Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal I-2017' di rumah AAJI, Jakarta Pusat, Rabu 14 Juni 2017.

Kontributor utama dari peningkatan pendapatan berasal dari pendapatan premi yang porsinya mencapai 75,8 persen. Pertumbuhan total premi baru dan total premi lanjutan yang meningkat berimbas pada peningkatan total pendapatan premi sebesar 25,5 persen dari Rp34,4 triliun menjadi Rp43,17 triliun.

"Pertumbuhan pendapatan premi ini didorong meningkatnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang meningkat 47,5 persen dan kontribusinya mencapai 40 persen," jelas Hendrisman.

Dari penyaluran distribusi keagenan, kata Hendrisman, tercatat naik 11,9 persen dan kontribusinya capai 39,2 persen. Demikian pula, saluran distribusi alternatif meningkat 18,6 persen dengan kontribusi sebesar 20,9 persen di sepanjang kuartal I-2017. 

"Kami juga meraih ‎anggota baru di sepanjang periode tersebut yaitu Asuransi Jiwa Syariah Keluarga, Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera, dan Ciputra Life," jelas Hendrisman.

Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga AAJI Christine Setyabudi menambahkan, sepanjang kuartal I-2017, total klaim dan manfaat meningkat 11,6 persen menjadi Rp24,05 triliun, dari posisi Rp21,55 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

‎Untuk klaim nilai tebus (surrender), lanjut Christine, meningkat 23,6 persen dibanding tahun sebelumnya Rp13,27 triliun. Klaim ini merupakan bagian terbesar dalam pembayaran klaim dan manfaat, porsinya sekitar 55,2 persen. 

"Sisanya dikontribusikan oleh klaim penarikan sebagian (partial withdrawal) sebesar 16 persen senilai Rp3,86 triliun. Terakhir, klaim kesehatan (medical) di awal tahun tercatat Rp2,9 triliun, sebesar 52 persen klaim asuransi kesehatan kumpulan dan sebesar 48 persen berasal dari klaim asuransi kesehatan perorangan," pungkas Christine.



(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA