Kena PHK, 7-Eleven Salurkan Ribuan Karyawan ke Convenience Store Lain

Desi Angriani    •    Jumat, 14 Jul 2017 17:44 WIB
7-eleven
Kena PHK, 7-Eleven Salurkan Ribuan Karyawan ke <i>Convenience Store</i> Lain
Gerai Sevel yang sudah tutup. (FOTO: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Modern Sevel Indonesia mengupayakan karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat bekerja di convenience store lain asal Indonesia. Sedikitnya, 1.300 karyawan yang bekerja di gerai 7-Eleven dirumahkan pada 30 Juni 2017.

"Kita coba kerjasamakan dengan convenience store yang lain, tentunya yang domestik," kata Direktur Opersional Modern Sevel Indonesia Ivan Budiman dalam paparan publik di Kantor Sevel, Jalan Matraman Raya, Jakarta, Jumat 14 Juli 2017.

Ivan menuturkan, sudah 300 karyawan Sevel yang sedang diproses ke convenience store lain. Namun, dia tak menjamin para karyawan tersebut akan langsung diterima bekerja.

"Sudah ada 300 karyawan yang sudah proses. Tapi itu dari pihak mereka (convenience store) masih melihat CV dan akan wawancara dulu kan," tuturnya.

Hanya saja, PT Modern Sevel Indonesia memastikan akan menyelesaikan kewajiban-kewajiban terhadap karyawan, pemerintah, kreditur dan para pemasok. Salah satunya menjual aset Sevel untuk membayar pesangon.




Pihaknya telah menunjuk Colliers International Indonesia sebagai agen penjualan. "Akan jual aset yang tidak digunakan untuk bayar kewajiban. Appraisal company yang akan menghitung berapa nilai asetnya," ungkapnya.

Aset yang dimaksud terdiri dari bangunan dan tanah. Beberapa di antaranya di bawah hak milik Modern Internasional, sisanya berbentuk kontrak sewa. Selain itu, aset Fuji Film juga akan dijual karena memiliki nilai jual yang tinggi.

Seperti diketahui, PT Modern International Tbk mengumumkan menutup seluruh gerai 7-Eleven pada akhir Juni 2017. Gerai 7-Eleven dikelola Modern International melalui anak usahanya, yakni PT Modern Sevel Indonesia ini merumahkan 1.300 karyawan.

Dalam pengumuman resmi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 23 Juni 2017, emiten berkode MDRN itu menyebutkan bahwa penutupan tersebut berkaitan dengan gagalnya kesepakatan penjualan franchise kepada PT Charoen Phokphand Restu Indonesia.


(AHL)