Aprindo Pastikan 35 Ribu Ritel Modern tak Gesek Ganda Kartu

Desi Angriani    •    Rabu, 13 Sep 2017 11:24 WIB
penggesekan ganda kartu
Aprindo Pastikan 35 Ribu Ritel Modern tak Gesek Ganda Kartu
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey (tengah). (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendukung kebijakan Bank Indonesia terkait larangan pembayaran gesek ganda atau double swipe kartu kredit dan debit di gerai ritel modern.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap 35 ribu ritel modern yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk tidak melakukan gesek ganda di mesin Electronic Data Capture (EDC) dan mesin kasir. Sosialisasi tersebut dilakukan dalam bentuk menyebar surat edaran ke seluruh ritel yang tergabung di bawah Aprindo.

"Sikap Aprindo kita dalam berbagai kesempatan mendukung apa yang dilakukan pemerintah 100 persen buktinya kita dukung adalah Aprindo langsung buat surat kepada anggota untuk mematuhi PBI nomor 18 tahun 2016," katanya di Cafe Trattoria, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Roy menuturkan pembayaran dengan menggunakan kartu kredit atau debit di gerai anggota Aprindo dipastikan aman dan tidak ada kebocoran data. Sebab data transaksi ritel modern dilakukan terpusat dan tersimpan dengan baik di server komputer masing-masing perusahaan.

"Itu hanya diakses oleh mereka yang punya otoritas," imbuh dia.

Lebih lanjut Roy menambahkan, saat ini metode pembayaran ritel moderen secara garis besar melalui gesek kartu di EDC untuk pembayaran dan kasir melakukan input nomor kartu kredit/debit di mesin kasir. Hal ini dilakukan untuk memvalidasi transaksi penjualan. Kemudian gesek kartu di mesin EDC namun kasir tidak lagi melakukan input apapun di mesin kasir.

"Metode pembayaran ini berdasarkan kebijakan masing-masing perusahaan ritel, namun dipastikan metode pembayaran tersebut tidak melanggar ketentuan hukum yang ada," tambahnya.

Aprindo pun meminta Bank Indonesia dan pihak Perbankan segera melakukan sosialisasi peraturan BI No 18/40/PBI/2016 secara menyeluruh kepada masyarakat da pelaku ritel yang menggunakan EDC dan mesin kasir.

"Kami juga mengharap peran aktif konsumen untuk mendapatkan masukan atau koreksi jika masih menemukan pembayaran transaksi swipe di gerai anggota ritel Aprindo," tutup Roy.

 


(AHL)