Ingin Cepat Kaya Bikin Investasi Bodong Laku

   •    Selasa, 11 Jul 2017 14:59 WIB
investasi bodong
Ingin Cepat Kaya Bikin Investasi Bodong Laku
Ilustrasi. (metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut investasi-investasi ilegal masih banyak bermunculan di berbagai daerah. Meskipun telah banyak kasus yang terungkap, faktanya masih banyak masyarakat yang tergiur dengan tawaran investasi ilegal atau bodong.

Kepala Satgas Waspada Investasi Ilegal OJK Tongam Lumban Tobing melihat ada kecenderungan masyarakat ingin mendapatkan uang atau penghasilan secara instan. Hal inilah yang mendasari minat masyarakat untuk ikut berinvestasi meskipun pada akhirnya terbukti ilegal.

"Masyarakat itu ingin yang instan, cepat kaya dan dapat uang sehingga saat ada penawaran yang memberikan imbal hasil sangat tinggi cepat direspon," ungkap Tongam, dalam Metro Plus, Selasa 11 Juli 2017.

Menariknya, kata Tongam, peminat investasi ilegal bukan hanya mereka yang berkantong tipis atau berpendidikan rendah. Banyak pula masyarakat dengan pendidikan tinggi ikut nimbrung dalam investasi ilegal. Meskipun mereka mengetahui bahwa keuntungan yang ditawarkan tak wajar.

Tongam mengingatkan bahwa investasi resmi dan ilegal bisa dibedakan dari sisi perizinan dan rasionalitasnya. Yang paling mudah adalah mengecek izin yang diberikan kepada perusahaan penyedia investasi oleh otoritas terkait.

"Ada otoritas yang memberikan izin. Kalau sektor jasa keuangan tentu izinnya dari OJK, kalau perdagangan dari perdagangan, koperasi dari Kemenkop atau dinas-dinas di daerah dan kalau MLM dari BKPM," kata Tongam.

Sementara dari sisi rasional bisa dilihat dari kewajaran atas hasil investasi dan adanya risiko. Misalnya keuntungan yang ditawarkan 10 persen per bulan. Jika dijanjikan lebih tanpa ada risiko yang pasti, maka investasi semacam ini patut diwaspadai.

Kemudian jika diimingi mendapatkan bonus dari perekrutan, juga perlu dicurigai sebagai investasi palsu. Sebab, dalam investasi tidak ada imbal balik atau keuntungan yang didapat hanya karena merekrut orang untuk bergabung.
 
"Yang benar itu kita menjual barang kita dapat bonus," jelas Lumban.




(MEL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

3 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA