1.000 Pemudik Diajak Bertransaksi via BNI Yap!

   •    Rabu, 13 Jun 2018 09:02 WIB
bni
1.000 Pemudik Diajak Bertransaksi via BNI Yap!
Logo BNI (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI memberangkatkan 1.000 pemudik menggunakan kereta api dari Stasiun Gambir, Jakarta. Sebelum diberangkatkan, para pemudik diajak mencoba bertransaksi menggunakan aplikasi pembayaran BNI yap! di Pasar Murah Yap! yang khusus dibuka bagi peserta BNI Digimudik 2018 di kawasan Stasiun Gambir.

Mengutip keterangan tertulis BNI, Rabu, 13 Juni 2018, di Pasar Murah Yap! tersebut para pemudik dapat memperoleh beragam barang dengan harga khusus dan sangat murah. Barang yang dijual antara lain paket makanan ringan, paket sembako, dan biskuit.
          
Hadir pada pelepasan mudik kereta api di Stasiun Gambir, Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Internasional Dewa Made Sastrawan, Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta, Direktur Komersial dan Teknologi Informasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Apriyono Wedi Chresnanto, dan segenap jajaran komisaris, direksi BNI, dan direksi anak perusahaan BNI.
         
Aplikasi yap! (Your All Payment) merupakan aplikasi berbasis QR Code Scanning yang dananya dapat bersumber dari kartu debit BNI, kartu kredit BNI, dan uang elektronik BNI (UnikQu). Setiap pemudik mulai diperkenalkan dengan BNI yap! pada saat registrasi ulang di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk pemudik bis (8 Juni 2018) dan pemudik kereta (12 Juni 2018).
        
Pada mudik kereta kali ini, para pemudik diangkut menggunakan beberapa rangkaian kereta yaitu Kereta Taksaka dengan tujuan akhir Yogyakarta, Kereta Argo Lawu dengan tujuan akhir Solo, dan Kereta Argo Anggrek dengan tujuan akhir Surabaya.
          
Pengenalan BNI yap! merupakan salah satu wujud penerapan sistem digital pada program mudik gratis bersama BNI tahun ini, terutama digitalisasi transaksi para pemudik di Pasar Murah Yap. Digitalisasi mudik juga diterapkan dalam bentuk pendaftaran calon pemudik yang hanya dapat dilaksanakan secara online.

 


(ABD)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

18 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA