Pola Konsumsi Masyarakat Bergeser ke Leisure Economy

   •    Senin, 11 Jun 2018 16:31 WIB
konsumsi rumah tangga
Pola Konsumsi Masyarakat Bergeser ke <i>Leisure Economy</i>
Ilustrasi. (FOTO: Antara/Arif)

Denpasar: Pakar pemasaran Yuswohady mengatakan bergesernya pola konsumsi dari konvensional ke leisure economy menjadi salah satu penyebab menurunnya kinerja pusat perbelanjaan atau mal dan toko modern.

Dia menjelaskan pengeluaran masyarakat ekonomi kelas menengah kini lebih banyak untuk hiburan dan leisure atau jalan-jalan dan mencari pengalaman dengan berwisata.

Ia menuturkan penutupan beberapa gerai ritel di Tanah Air bukan sepenuhnya disebabkan karena kehadiran ritel atau toko dalam jaringan. Padahal penjualan dalam jaringan atau e-commerce hanya menyumbang 1,2 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan hanya sekitar 0,8 persen dari total penjualan ritel nasional di 2016.

Pencapaian yang menurut dia belum mampu memiliki daya untuk membuat gonjang-ganjing industri ritel.

"Banyak orang mulai bergeser dari awalnya beli barang sekarang beli pengalaman. Orang nabung bukan beli motor tetapi untuk liburan," ucapnya, di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Senin, 11 Juni 2018.

Hal tersebut, imbuh dia, telah mendorong sejumlah pengelola mal yang mulai menerapkan konsep gaya hidup dan kuliner seperti kafe dan resto menyesuaikan dengan pola konsumen saat ini lebih ke arah leisure.

Yuswohady menambahkan konsumsi masyarakat yang mengarah ke leisure atau mencari pengalaman itu di antaranya liburan, menginap di hotel, makan dan nongkrong di kafe atau restoran, menonton film atau konser musik, karaoke, pusat kebugaran, spa, dan lainnya.

 


(AHL)


Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

10 hours Ago

Struktur organisasi dari BP Batam dipastikan tidak berubah meski figur pemimpin dalam organisas…

BERITA LAINNYA