OJK: Peluang Bank BUMN untuk Masuk ke Bank Muamalat Terbuka

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 11 Apr 2018 16:49 WIB
bumnbank muamalat
OJK: Peluang Bank BUMN untuk Masuk ke Bank Muamalat Terbuka
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan semua opsi terbuka untuk ikut menyuntikkan modal ke PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Bahkan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga memiliki peluang untuk menanamkan modal di Bank Muamalat, yang tengah mencari pendanaan.

"Semua opsi bisa saja terjadi, nah tapi kalau belum ada surat mau ngomong apa? Pemegang saham pengendali kan masih me-retain, jadi enggak ada masalah," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso ditemui usai rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Saat ini, Bank Muamalat Indonesia masih dimiliki pemegang saham pengendali dari Islamic Development Bank atau IDB sebesar 32,74 persen, Boubyan Bank, Kuwait sebesar 22,0 persen, Atwill Holdings Limited, Saudi Arabia (SEDCO) sebesar 17,91 persen, dan National Bank of Kuwait sebesar 8,45 persen.

Dirinya menambahkan, banyak calon investor yang menyatakan minatnya untuk menyuntikan modal ke Bank Muamalat. Namun, sampai sekarang ini OJK belum menerima pernyataan resmi dari calon investor itu, karena baru sebatas pembicaraan lisan kepada otoritas tersebut.

"Sekarang statusnya kita masih minta pemegang saham pengendali untuk cari investor. Tapi kalau kita lihat yang ingin secara lisan masuk ke bank ini banyak. Karrna bank ini basisnya, dananya bagus, dana murahnya sustain, tapi ini kan semua yang merasa tertarik silakan bicara dengan pemegang saham pengendali," jelas dia.

OJK berharap penambahan modal di Bank Muamalat bisa segera terealisasi secepatnya. Dengan penambahan modal tersebut, Bank Muamalat diharapkan bisa tumbuh lebih besar lagi secara bisnis dan memiliki permodalan yang lebih kuat lagi.

"Secara resmi pemegang saham pengendali akan menyampaikan ke kami lewat surat, bahwa kita siap dengan investor memasukkan dana sejumlah yang diperlukan. Barulah nanti proses RUPS, kemudian rights issue. Pembicaraan lisan sudah ada tapi belum ada yang kirim surat," pungkasnya.

 


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

3 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA