Genjot Likuiditas, BTN Bidik DPK Ritel

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 10 Sep 2018 08:03 WIB
btn
Genjot Likuiditas, BTN Bidik DPK Ritel
Direktur BTN Budi Satria (kedua dari kiri). (FOTO: dok BTN)

Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mendulang Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk meningkatkan likuiditasnya, terutama dari segmen DPK ritel yaitu tabungan dan deposito baik perorangan maupun lembaga.

Salah satu produk tabungan yang sedang dikejar pertumbuhannya adalah e'Batarapos, hasil kolaborasi BTN dengan PT Pos Indonesia (Persero) yang diluncurkan 2005 lalu. Tahun ini, kedua BUMN tersebut bersinergi melakukan promosi dengan menggelar roadshow di sejumlah daerah, di antaranya Makassar (Sulawesi Selatan), Medan (Sumatera Utara), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Kediri (Jawa Timur), Cirebon (Jawa Barat), dan terakhir di Surakarta (Jawa Tengah).

"Tahun ini kami menargetkan ada 440 ribu rekening baru dengan fokus pada daerah-daerah tempat roadshow e'Batarapos digelar," kata Direktur BTN Budi Satria, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 10 September 2018.

Adapun per Agustus ini jumlah rekening e'Batarapos yang mencapai lebih dari satu juta rekening. Sementara jumlah dana yang sudah terkumpul dari e'Batarapos per Agustus 2018 adalah sebesar Rp2,35 triliun atau sekitar 54 persen dari target pencapaian tahun ini yang diperkirakan bisa menembus Rp4,37 triliun.

Oleh karena itu untuk mengejar target tersebut, BTN bersama PT Pos Indonesia (Persero) mengerahkan sejumlah program promosi di antaranya Pesta Sembako, Gratis Tabungan dan Kejutan Hadiah Tabungan e’Batarapos.

"Perlu ditekankan bahwa tujuan utama e'Batarapos adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menabung itu mudah dan aman karena bisa dilakukan di 2.933 loket Kantor Pos yang sudah tersebar di seluruh Indonesia," kata Budi.

Budi menambahkan, e'Batarapos memiliki fasilitas perbankan yang lengkap dan menguntungkan di antaranya bisa menabung di Sabtu dan Minggu, dapat melakukan penyetoran dan penarikan di seluruh outlet BTN, Kantor Pos maupun di mesin ATM yang tersebar luas, dapat melakukan transaksi di mobile banking, mendapatkan kartu ATM berlogo Visa dan saldo di atas Rp1 juta tidak dikenakan biaya administrasi.

Kontribusi e'Batarapos sangat dibutuhkan untuk mendongkrak pundi-pundi DPK ritel BTN. Budi mencatat menuju triwulan akhir 2018, per Agustus ini BTN sudah mengantongi DPK ritel yang terdiri dari tabungan dan deposito baik perorangan maupun lembaga sebesar Rp52,26 triliun atau tumbuh 12,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Salah satu pendorong dari pertumbuhan DPK ritel adalah tabungan. Per Agustus 2018, tabungan tercatat tumbuh sebesar Rp37,4 triliun yaitu 10,93 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya yang mencapai Rp33,72 triliun. "Kami masih on track untuk mengejar target pertumbuhan DPK secara total di sekitar 19-22 persen tahun ini," tutup Budi.


(AHL)