Bulog Pastikan Stok Pangan Aman hingga Akhir 2018

Eko Nordiansyah    •    Sabtu, 08 Sep 2018 12:17 WIB
berasstok berasbulog
Bulog Pastikan Stok Pangan Aman hingga Akhir 2018
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Perum Bulog memastikan stok pangan sampai dengan akhir 2018 berada di kondisi aman. Saat ini, Bulog memiliki stok yang mencukupi untuk beras, daging, hingga minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan sekarang ini Bulog memiliki 2,2 juta ton stok beras. Dengan adanya tambahan sekitar 400 ribu ton lagi, stok di Bulog diperkirakan cukup aman.

"Posisi stok Bulog akan aman," kata Tri, usai meninjau stok beras yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu, 8 September 2018.

Menurut dia beberapa daerah masih akan panen pada bulan ini sehingga menambah stok beras nasional. Sedangkan di Pasar Cipinang, yang mempunyai peran 20 persen dari stok nasional, saat ini memiliki stok sebanyak 45 ribu ton.



Selain beras, Bulog juga memastikan stok minyak goreng sampai akhir tahun ini aman. Sekarang ini, Bulog memiliki 5 juta liter minyak goreng yang siap didistribusikan ke berbagai daerah di seluruh wilayah di Indonesia.

Selain itu, dirinya menambahkan, stok daging akan ada tambahan impor daging kerbau asal India yang masuk minggu ini. Sedangkan hingga akhir tahun Bulog berencana mendatangkan lagi tambahan daging di Oktober.

"Daging kita masih masuk lagi sekitar 4 ribuan minggu ini masuk. Nanti setelah ini kita mungkin Oktober awal akan kita datangkan lagi sekitar 20 sampai 30 ribu ton," tutur dia.

Di sisi lain, ia menambahkan, gejolak nilai tukar yang membuat rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sekarang ini tidak berdampak signifikan bagi operasional Bulog. Bahkan gejolak kurs dinilai tidak menganggu impor yang dilakukan oleh Bulog.

"Saya kira enggak ada masalah," kata Tri Wahyudi Saleh.

Menurut dia stok beras yang dimiliki saat ini mencapai 2,2 juta ton sudah cukup memenuhi kebutuhan nasional hingga akhir tahun. Oleh karena itu, Bulog belum berencana menambah stok beras dengan impor.

"Karena stok pemerintah cukup kuat, jadi ya mudah-mudahan enggak ada pengaruhnya. Artinya kalau stok aman, (impor) kita kendalikan," jelas dia.

Dirinya menambahkan kebutuhan beras secara nasional mencapai 2,5 juta ton per bulannya, sedangkan batas aman stok Bulog adalah 1,5 juta ton. Dengan kata lain, stok yang saat ini dimiliki oleh Buloh sudah mencukupi.

Bulog memperkirakan ada tambahan 400 ribu ton dari pasokan beras dalam negeri. Namun jika memang dibutuhkan saat permintaan tinggi, maka pemerintah akan Goverment to Goverment (G2G) melakukan kerja sama impor beras.

"Kalau diperlukan ya silakan, sampai hari ini di Bulog belum semuanya (kuota beras impor) masuk. Terkait November sampai Januari biasanya pemerintah akan G2G karena lebih cepat, saya kira Bulog stand by saja," pungkasnya.

 


(ABD)