Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Produk Peternakan

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 04 Jul 2018 14:31 WIB
kementerian pertanian
Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Produk Peternakan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (ANTARA FOTO/Herry Murdy Hermawan)

Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peningkatan ekspor produk pertanian Indonesia ke luar negeri. Pasalnya selama tahun lalu, nilai ekspor komoditas subsektor peternakan mencapai USD623,9 juta atau setara dengan Rp8,5 triliun.

"Ke depan diharapkan mampu bertambah secara signifikan baik dari nilai maupun volume ekspor," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam pembukaan Indo Livestock 2018 Expo dan Forum Tahun 2018, di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.

Dirinya menambahkan Indonesia menargetkan bisa menjadi lumbung pangan di dunia pada 2045. Tak hanya itu, tambahnya, pemerintah juga berharap bisa mengekspor produksi peternakan Indonesia, di mana saat ini produk peternakan nasional sudah mampu menembus lebih dari 110 negara.

Pada 2017, kontribusi volume ekspor subsektor peternakan terbesar pada kelompok hasil ternak sebesar 64,07 persen. Adapun negara tujuan ekspor terbanyak yaitu Hong Kong dengan 23,10 persen dan Tiongkok sebesar 21,96 persen.

"Peluang perluasan pasar untuk komoditas peternakan di pasar global masih sangat terbuka luas. Keunggulan halal dari kita juga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk ekspor produk peternakan ke wilayah tersebut dan negara Muslim lainnya," jelas dia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kontribusi subsektor peternakan terhadap PDB di 2017 sebesar 1,57 persen. Untuk sektor pertanian, subsektor peternakan berkontribusi sebesar 15,87 persen dengan pertumbuhan PDB subsektor peternakan sebesar 3,83 persen.

Sementara data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS Agustus 2017, terdapat sekitar 3,84 juta tenaga kerja yang bekerja di subsektor peternakan. Subsektor peternakan berkontribusi menyerap 11,51 persen tenaga kerja sektor pertanian dan 3,17 persen terhadap tenaga kerja nasional.

 


(ABD)