Perang Dagang Bawa Untung bagi Indonesia

Nia Deviyana    •    Jumat, 30 Nov 2018 19:45 WIB
as-tiongkokPerang dagang
Perang Dagang Bawa Untung bagi Indonesia
Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai ada keuntungan dari perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Hal itu terlihat dari banyaknya perusahaan Tiongkok yang memindahkan investasinya ke Indonesia.

"Trade war itu buat kita sebenarnya menguntungkan karena dari situ ada relokasi investasi ke Indonesia," kata Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat, 30 November 2018.

Ia mencontohkan Taipei yang merelokasi petrochemical di Gresik dengan nilai USD6,49 miliar. "Kita berharap itu segera di groundbreaking," tambah dia.

Kemudian investor Tiongkok dan Prancis yang sudah berinvestasi membangun pabrik baterai lithium di Halmaheta Utara, proyek senilai USD10 miliar ini sudah groundbreaking.

Selain itu proyek pembangunan pabrik baterai lithium di Morowali dengan nilai proyek USD4,3 miliar. Proyek ini akan groundbreaking pada 11 Januari 2019.

Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok memang menjadi perhatian dalam beberapa bulan terakhir. Dampak perang dagang disebut ikut menyeret rantai pasok dunia dan merugikan banyak negara di Asia.

Para ahli mengatakan perang dagang berpotensi menurunkan permintaan domestik Tiongkok terhadap barang-barang dari negara Asia lainnya. Kepala Ekonom Asia di Oxford Economics Louis Kuijs mengatakan, konsumsi Tiongkok menjadi hal penting untuk negara di sekitarnya.

"Untuk sebagian besar ekonomi Asia, ekspor untuk memenuhi permintaan domestik Tiongkok telah meningkat jauh lebih cepat daripada ekspor tidak langsung melalui rantai pasokan, dengan yang sebelumnya sekarang melebihi yang terakhir," kata Kuijs dalam laporannya seperti dilansir dari CNBC, belum lama ini.

Kuijs mengatakan konsumsi domestik Tiongkok memainkan peran kunci. Dia bilang Tiongkok memegang peranan atau jumlah yang sangat signifikan dalam kegiatan ekspor di Asia. Sehingga apabila terdapat dampaknya pada Tiongkok, maka negara-negara Asia lainnya juga akan terkena imbasnya.

"Bagaimanapun, mengingat signifikansi dampaknya terhadap sebagian besar atau seluruh ekonomi Asia, perang perdagangan AS-Tiongkok kemungkinan akan tetap negatif untuk kawasan itu selama dua tahun mendatang," kata Kuijs.


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA