BPS Bakal Survei Penggunaan Uang Digital

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 01 Feb 2018 17:04 WIB
transaksi non tunaibpsemoney
BPS Bakal Survei Penggunaan Uang Digital
Ilustrasi. (FOTO: medcom.id/Rizal)

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan saat ini pihaknya belum mengkaji dampak penggunaan uang elektronik seperti e-money terhadap pergerakan inflasi.

Sejatinya, uang digital atau elektronik ini bisa dimasukkan dalam kelompok jasa keuangan sebagai salah satu indikator kelompok pengeluaran.

Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan pihaknya tak menutup kemungkinan untuk memasukkannya sebagai indikator dalam menghitung inflasi. Sebab, rencananya BPS akan mengganti tahun dasar penghitungan inflasi.

"Rencananya ke depan akan ganti tahun dasar untuk tahun inflasi, kita akan tinjau lagi seberapa banyak yang menggunakan itu," kata Yunita di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Februari 2018.

Yunita mengatakan tahun ini BPS akan melakukan survei terkait biaya hidup. Dalam survei tersebut nantinya, BPS akan menanyakan seberapa banyak masyarakat yang menggunakan uang digital atau elektronik. Sehingga nantinya bisa terlihat dampaknya setelah diteliti.

"Penggunaan itu akan diteliti ditinjau seberapa banyak masyarat yang gunakan itu, kaitannya apakah kena biaya administrasinya, nanti akan terkover kalau itu signifikan setahun ini, jadi 2019 bisa kelihatan di 2019," jelas dia.

 


(SAW)


BUMN Siap Bersinergi Bangun Kemandirian Pesantren

BUMN Siap Bersinergi Bangun Kemandirian Pesantren

1 day Ago

Menteri BUMN Rini M Soemarno menyatakan perusahaan milik negara di Indonesia siap bersinergi me…

BERITA LAINNYA