261 Ribu Ton Beras Impor Masuk Gudang Bulog Besok

Faisal Abdalla    •    Selasa, 27 Feb 2018 15:48 WIB
impor berasberas impor
261 Ribu Ton Beras Impor Masuk Gudang Bulog Besok
Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti (kiri) bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (tengah) memantau stok beras di Gudang Bulog Divre Jakarta-Banten. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla

Jakarta: Sebanyak 261.000 ton beras impor dari Thailand dan Vietnam akan masuk gudang Bulog akhir bulan ini. Ribuan ton beras itu akan digunakan pemerintah untuk keperluan operasi pasar.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan jumlah itu merupakan stok beras impor hingga akhir Februari.

"Masih ada yang proses bongkar. Ada kapal yang masuk perairan belum bongkar. Stok eks impor harus update terus," kata Djarot di gudang divre DKI Jakarta Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 27 Februari 2018.

Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga rata-rata nasional beras kualitas medium di pasaran sedikit naik dari Rp11.084 per kilogram pada Jumat, 23 Februari, menjadi Rp11.085 di Senin, 26 Februari.

Harga tersebut masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan, yaitu Rp9.450 untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi.

Meski begitu, harga tersebut sudah mengalami penurunan dari awal Februari yang mencapai Rp11.225 per kilogram.

Baca: Impor 500 Ribu Ton Beras Keputusan Pahit

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan beras impor ini akan dikeluarkan pemerintah melalui operasi pasar saat harga beras mulai melonjak.

"Dalam operasi pasar akan lebih masif untuk stabilisasi harga. Kita memastikan beras impor itu kita pakai untuk cadangan. Tidak usah khawatir, kita akan terus melakukan operasi," kata Enggartiasto.




(UWA)